logo
×

Rabu, 04 Desember 2019

Presiden Ungkap Mafia Migas, Mengapa Aparat Bergeming?

Presiden Ungkap Mafia Migas, Mengapa Aparat Bergeming?

Oleh Salamuddin Daeng

Presiden adalah kepala negara dan sekaligus adalah kepala pemerintahan. Apa yang dikatakan presiden berarti perintah kepada seluruh aparat negara. Aparat negara wajib melaksanakan perintah presiden sesuai dengan kewenangan, tugas dan tanggungjawabnya masing masing.

Baru baru ini presiden Jokowi menyatakan akan mengganggu mafia migas dan akan menekan impor migas sekaligus sebagai cara untuk menekan mafia migas.  Tentu saja keinginan presiden adalah keinginan yang sangat mulia bagi negara dan bangsa. Keinginan presiden ini wajib dilaksanakan oleh aparat negara dikarenakan presiden memang tidak mungkin dengan tangan dan kakinya sendiri melalukan hal semacam itu.

Pernyataan presiden secara eksplisit mengatakan bahwa mafia migas itu ada, dan mafia migas tersebut terkait dengan kegiatan impor migas. Artinya, ada tindakan kriminal dalam kegiatan impor migas. Ada kejahatan ekonomi dalam kegiatan impor migas. Ada permainan di ruang gelap, dibawah meja, dalam kegiatan impor migas.

Pertanyaannya, mengapa sampai sekarang aparat penegak hukum belum bergeming. Mengapa aparat penegak hukum tidak segera melompat dari tempat duduk mereka, untuk menangkap mafia migas dan membawa mereka ke pengadilan. Mengapa aparat penegak hukum tidak segera menjalankan perintah presiden untuk memberantas mafia migas. Apakah mereka menunggu presiden datang ke ESDM, Ke SKK migas, Ke BPH migas, ke Pertamina, dan ngamuk ngamuk di sana? Tentu ini tidak etis.

Oleh karena itu maka Kepolisian dan Kejaksaan harus segera pro aktif dalam melakukan penyelidikan terkait mafia migas yang dimaksud presiden. Kepolisian dan kejaksaan adalah bawahan presiden yang secara otomatis mendapat perintah untuk menangkap mafia migas. Kepolisian dan kejaksaan jangan cuma menunggu, dikarenakan mereka memiliki kewenangan secara hukum untuk menangkap penjahat.

Sungguh aneh bin ajaib jika lembaga lembaga penegak hukum menganggap pernyataan presiden tentang keberadaan mafia migas sebagai angin lalu. Padahal presiden sudah secara eksplisit menyatakan bahwa mafia migas tersebut ada dalam kegiatan impor migas. Kepolisian dan kejaksaan tinggal memanggil pihak yang memberikan ijin impor migas dan para importir migas untuk diperiksa. Jumlah importir migas tidak banyak, dan tidak perlu waktu lama untuk menangkap mereka.

Mohon pernyataan presiden jangan dianggap angin lalu. Wibawa presiden bisa jatuh kalau demikian. Para mafia migas bisa saja menganggap presiden Jokowi cuma gertak sambal. Ini negara Bung! Presiden adalah pemimpin negara kita dan kepala pemerintahan kita.(*)
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: