logo

Selasa, 07 Januari 2020

Soal Konflik Natuna, Moeldoko Sebut Dubes China Pernah Memohon-mohon Padanya

Soal Konflik Natuna, Moeldoko Sebut Dubes China Pernah Memohon-mohon Padanya

DEMOKRASI.CO.ID - Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko mengungkap pengalamannya saat masih menjabat sebagai Panglima TNI.

Moeldoko mengaku pernah membuat duta besar China sampai memohon-mohon padanya.

Moeldoko pun mengimbau pemerintah China untuk tak main-main pada perairan Natuna.

Diketahui, China mengklaim perairan Natuna atas dasar nine dash line.

Hal itu pun memicu konflik dengan pemerintah Indonesia.

Hal itu disampaikannya melalui tayangan YouTube Talk Show tvOne, Senin (6/1/2020).

Mulanya, Moeldoko menyinggung perselisihan serupa yang pernah dialami Indonesia dengan Filipina.

"Pada saat ada dispute (perselisihan -red) dengan Filipina, akreditasi internasional tidak mengakui," ucap Moeldoko.

Ia pun menyinggung klaim China atas perairan Natuna.

Klaim itu dilakukan China atas dasar nine dash line.

"Nine dash line itu tidak diakui oleh Internasional," ujar Moeldoko.

Menurutnya, pemerintah Indonesia tak perlu berunding dengan China untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Sebab, perairan Natuna adalah resmi milik Indonesia.

"Dan kita tidak punya dispute area, kita tidak perlu bernegosiasi, berunding, enggak ada kata-kata rundingan," ucap Moeldoko.

"Karena kita tidak ada dispute di situ."

Lantas, Moeldoko menceritakan kejadian serupa yang terjadi saat dirinya masih menjabat sebagai Panglima TNI.

"Untuk itu saya yakinkan pada saat saya menjadi panglima pada China, 'Anda punya dispute area enggak?'," ucap Moeldoko.

"Dia katakan tidak."

Kala itu, terdapat pelanggaran yang dilakukan oleh nelayan China.

Moeldoko yang kala itu menjabat di TNI pun tak tinggal diam.

"Saya punya pengalaman ini, perlu dicatat juga, ada pelanggaran yang dilakukan oleh nelayan China dan kita tangkap waktu itu," kata Moeldoko.

"Akhirnya apa yang dilakukan duta besar China?"

Disebutnya, waktu itu duta besar China bahkan memohon-mohon pada Moeldoko agar melepaskan nelayan yang ditangkap.

"Mohon-mohon, 'Mohon panglima kapal ini bisa dilepas'," ucapnya.

" 'Entar dulu, tidak semudah itu, saya tahan dulu melalui berbagai pertimbangan-pertimbangan itu saya bisa lepaskan'," imbuh Moeldoko.

Berdasar pengalaman tersebut, Moeldoko mengimbau Panglima TNI yang kini untuk bertindak tegas.

Ia menyebut klaim China atas perairan Natuna tak dapat dibiarkan.

"Maknanya apa? Kita harus lakukan tindakan, tidak boleh kita biarkan," ujarnya.

"Karena ini bagian dari wilayah kita yang secara hukum internasional diberikan hak untuk mengelola."

Lebih lanjut, Moeldoko memberikan wanti-wantinya pada pemerintah China untuk tak coba-coba mempermainkan Indonesia.

Menurutnya, perairan Natuna adalah milik Indonesia dan tak dapat diganggu gugat.

"Jadi jangan coba-coba menganggu kami untuk mengelola itu, itu hak kami," ujar Moeldoko.

"Gitu loh kira-kira."

Lantas, Moeldoko pun menyinggung pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal konflik Natuna.

Jokowi disebutnya melarang diadakannya negosiasi dengan pemerintah China.

"Jadi Pak Predisen mengatakan tidak ada tawar menawar, dan tidak ada negosiasi," ujarnya.

"Enggak perlu negosiasi, dilarang negosiasi kalau menurut saya harus tegas."

Simak video berikut ini dari menit awal:

Komentar Pembaca

loading...