logo

Jumat, 21 Februari 2020

Cerita Ani, Ibu Hamil di Sulbar yang Ditandu ke Rumah Sakit karena Jalan Rusak

Cerita Ani, Ibu Hamil di Sulbar yang Ditandu ke Rumah Sakit karena Jalan Rusak

DEMOKRASI.CO.ID - Kisah Ani (30), warga Desa Ratte, Kecamatan Tubbi Taramanu (Tutar), Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, mengundang keprihatinan dan reaksi netizen. Wanita yang sedang hamil ini terpaksa ditandu sejumlah warga sejauh 32 kilometer menuju rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Ani yang sedang hamil tiga bulan dan mengalami pendarahan terpaksa ditandu dari Desa Ratte menuju Desa Boddi, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, karena akses jalan yang rusak, Jumat (14/2).

"Saya selesai mencuci dan tiba-tiba mengalami pendarahan. Bidan desa menyarankan agar saya segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut," kata Ani, Jumat (21/2).

Namun, untuk menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Polewali, ia harus melewati jalan rusak yang hanya bisa dilalui sepeda motor dan mobil jenis hardtop tersebut.

"Ada mobil yang bisa ditumpangi menuju Desa Boddi, namun karena kondisi jalan yang rusak parah dan khawatirnya (malah) menimbulkan guncangan. Makanya kemudian diputuskan untuk ditandu," ujar ibu empat anak ini.

Ani pun ditandu oleh beberapa warga menggunakan bambu dan sarung dengan berjalan kaki sejauh 32 kilometer selama kurang lebih lima jam dari Desa Ratte menuju Desa Boddi, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene. Selanjutnya, dari Desa Boddi naik mobil ke RSUD Polewali untuk mendapatkan perawatan medis.

Beberapa hari mendapatkan perawatan medis di RSUD Polewali, Ani mengaku kondisinya mulai membaik meski terkadang masih merasakan sakit. Sayangnya, jabang bayi dalam kandungannya tidak bisa diselamatkan.

"Kondisi mulai membaik, tetapi kadang masih merasa sakit dan masih harus kontrol ke dokter. Makanya belum bisa pulang ke Desa Ratte," kata Ani yang untuk sementara waktu tinggal di rumah keluarganya di Desa Sidorejo, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar.

Ilham, warga Desa Ratte, mengatakan sudah lama kondisi jalan di wilayah Kecamatan Tubbi Taramanu (Tutar) tersebut rusak parah dan sulit dilalui kendaraan. Cerita warga yang terpaksa ditandu pun sudah kerap terjadi.

"Kami berharap pada perhatian pemerintah agar jalan di desa kami diperbaiki," ujarnya.
loading...