logo

Minggu, 09 Februari 2020

Hindari Virus Corona, Warga Singapura dan Malaysia Disarankan Gunakan ‘Salam Melayu’

Hindari Virus Corona, Warga Singapura dan Malaysia Disarankan Gunakan ‘Salam Melayu’

DEMOKRASI.CO.ID - Warga  Singapura dan Malaysia disarankan untuk tidak berjabat tangan dan sebagai gantinya mengadopsi ‘cara sapaan Malaysia’ yaitu meletakkan tangan mereka di dada sebagai tindakan pencegahan untuk mengurangi penyebaran virus corona baru 2019 (2019-nCoV).

Majlis Ugama Islam Singapura (MUIS) telah mendorong cara Melayu itu digunakan oleh masyarakat Muslim di Singapura guna mencegah kemungkinan penularan virus tersebut.

Di Malaysia, Wakil Menteri Kesehatan Dr Lee Boon Chye mengatakan tindakan seperti itu harus dipertimbangkan karena virus dapat ditularkan melalui sentuhan.

“Ketika berada di dekat pasien batuk, dalam jarak 0,9 meter ada kemungkinan cairan itu bisa membawa infeksi dan kuman.

Enam WNI dari Singapura Bukan ‘Suspect’ Virus Corona
“Virus pada cairan batuk pada permukaan seperti meja, lift dan sebagainya dapat bertahan selama beberapa jam dan ada kemungkinan orang lain akan terinfeksi penyakit ketika mereka menyentuh daerah itu,” katanya saat ditemui wartawan di Kuil Sri Subramaniar di Gunung Cheroh pada hari Sabtu. (8 /2).

Dr Lee, yang juga anggota Parlemen Gopeng, juga mengingatkan masyarakat untuk melakukan perawatan kesehatan dengan mencuci tangan secara teratur untuk mencegah penyebaran penyakit.

Sementara itu, pemerintah tidak berniat untuk mencegah orang mengunjungi Singapura pada saat ini karena percaya negara tetangga dapat mengendalikan infeksi virus corona.

“Kami berharap infeksi dapat dikendalikan … jika infeksi di Singapura di luar kendali, maka risiko infeksi di masyarakat Malaysia tinggi,” katanya.

Kemarin, Kementerian Kesehatan Singapura mengkonfirmasi tiga kasus infeksi virus corona sehingga total menjadi 33 kasus. (*)
loading...