logo

Jumat, 07 Februari 2020

Tanggapi Jokowi, Din Syamsuddin: Justru Pemerintah Kufur Nikmat Kekayaan Alam Indonesia

Tanggapi Jokowi, Din Syamsuddin: Justru Pemerintah Kufur Nikmat Kekayaan Alam Indonesia

DEMOKRASI.CO.ID - Pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tentang pertumbuhan ekonomi stagnan di angka 5 persen mesti disyukuri dan tidak boleh kufur nikmat, terus menuai polemik dan reaksi dari berbagai kalangan.

Ketua Umum Dewan Nasional Pergerakan Indonesia Maju (DN-PIM), Din Syamsuddin turut menyoroti pernyataan sang kepala negara itu.

Menurut Din Syamsuddin, yang semestinya tidak kufur nikmat adalah pemerintah. Sebab, Indonesia memiliki kekayaan alam yang melimpah yang seharusnya bisa dimaksimalkan untuk mensejahterakan rakyat.

"Justru saya menengarai pemerintah terakhir ini kufur nikmat terhadap kekayaan alam Indonesia. Sumber Daya Alam (SDA) kita yang kaya raya anugerah Allah SWT, tapi tidak dikelola dengan baik. Itu kufur nikmat namanya," tegas Din Syamsuddin.

Mantan ketua umum PP Muhammadiyah ini menilai statistik pertumbuhan ekonomi 5 persen mesti dibarengi dengan turunnya angka kemiskinan di Indonesia. Namun yang terjadi justru sebaliknya.

Din Syamsuddin mengurai bahwa kategori miskin menurut PBB adalah mereka yang memiliki pendapatan 2 dolar AS per hari. Sementara di Indonesia yan dijadikan patokan menyebut kemiskinan menurun adalah pendapatan 1 dolar AS per hari.

"Ini yang harus kita sadari. Pertumbuhan pada sisi lain kita kufur nikmat dengan mengabaikan kesusahan-kesusahan. Maka pesan saya, jangan kufur nikmat," demikian Din Syamsuddin.
loading...