Notification

×

Iklan

Iklan

Menakutkan! Indonesia Diprediksi Jadi Episentrum Baru Corona, 5 Juta Orang Terjangkit

Jumat, 27 Maret 2020 | 13:35 WIB Last Updated 2020-03-27T06:48:59Z

DEMOKRASI.CO.ID - Jumlah orang terjangkit positif corona atau COVID-19 di Indonesia terus bertambah.

Hasil review Reuters dari berbagai data, Indonesia diprediksi bakal menjadi episentrum baru corona di Asia Tenggara.

Hal itu didasarkan pada pemaparan sejumlah pakar kesehatan dunia.

Per Kamis 26 Maret 2020, jumlah komulatif pasien positif COVID-19 sudah mencapai 893 kasus. Data tersebut didapat per pukul 12.00 WIB.

Dari angka tersebut, DKI Jakarta masih menjadi daerah dengan jumlah pasien positif terbanyak.

Jika dibandinkan dengan negara-negara lain di Asia Tenggara, Indonesia menjadi yang cukup mengkhawatirkan karena memiliki angka kematian tertinggi.

Di Malaysia, tercatat hanya 23 orang meninggal dunia, dengan 2.031 orang terjangkit.

Sementara di Thailand, baru empat warga yang meninggal dunia dengan 1.045 kasus positif.

Sedangkan di Vietnam, jauh lebih sedikit dengan hanya 153 orang terinfeksi dan belum ada laporan kasus meninggal dunia.

Di sisi lain, prediksi mengejutkan datang dari Centre for Mathematical Modelling of Infectious Desease.

Lembaga yang berbasis di London itu memprediksi, setidaknya bakal ada sekitar dua persen populasi di Indonesia bakal terjangkit.

Dengan jumlah penduduk 270 jiwa, hal itu berarti bahwa jumlah warga yang diprediksi terjangkit COVID-19 bakal mencapai 34.300 orang.

Angka itu jauh melampaui Iran yang saat ini melaporkan sebanyak 29.406 warganya yang terpapar virus asal Kota Wuhan tersebut.

Lembaga itu juga memprediksi, berdasarkan perhitungan matematika, puncak wabah corona di Indonesia akan mencapai puncaknya pada bulan April mendatang.

Sedangkan pusat episentrum penyebaran ada di DKI Jakarta.

Yang cukup mengkhawatirkan, berdasarkan studi permodelan matematika lembaga itu, angka penyebaran corona di Indonesia bakal jauh teramat besar.

Disebutkan, angkanya bahkan bisa mencapai 5 juta yang akan terjangkit corona.

“Kami telah kehilangan kontrol. Itu telah menyebar kemana-mana,” urai Ascobat Gani, pakar kesehatan masyarakat dari Universitas Indonesia (UI).

“Mungkin kami akan mengikuti Wuhan atau Italia (total jumlah orang yang tertular korona, Red). Saya pikir, kami berada dalam kisaran jumlah itu,” sambungnya.

Akan tetapi, kekhawatiran itu dibantah pemerintah.

Jurubicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Achamd Yurianto menerangkan, apa yang akan terjadi di Indonesia tidak akan seburuk di Tiongkok atau Italia.

“Kita tidak akan seperti itu (Tiongkok dan Italia). Hal paling penting adalah, kami selalu mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga jarak,” paparnya.

(jpc/pojoksatu)
loading...