logo

Kamis, 26 Maret 2020

Rusia dan AS Tarik Warganya dari Indonesia, Ketua ProDEM: Lockdown Harus Dilakukan!

Rusia dan AS Tarik Warganya dari Indonesia, Ketua ProDEM: Lockdown Harus Dilakukan!

DEMOKRASI.CO.ID - Sudah tidak ada alasan lagi bagi pemerintah untuk tidak melakukan karantina wilayah atau lockdown di tengah penyebaran virus corona yang makin meluas di Indonesia.

Bahkan baru-baru ini, pemerintah AS meminta kepada warganya yang berusia di bawah 21 tahun untuk segera meninggalkan Indonesia. Pun demikian dengan Rusia yang mengevakuasi 500 warganya yang berada di Bali.

Hal ini sudah cukup menggambarkan kegawatan yang terjadi di tanah air, dan opsi lockwon harus benar-benar dipertimbangkan pemerintah.

"ProDEM sudah mendesak agar segera dilakukan langkah-langka yang tegas, seperti karantina wilayah agar penyebaran virus China ini bisa segera dikendalikan," kata Ketua Pro Demokrasi (ProDEM), Iwan Sumule dalam keterangannya kepada redaksi, Kamis (26/3).

Berdasarkan arahan WHO, langkah utama adalah pencegahan baik dengan cara menemukan virusnya, maupun isolasi wilayah. Oleh kareannya, pemerintah perlu melakukan pemetaan wilayah penyebaran virus di Indonesia.

"Hal itu sangat penting untuk segera memberlakukan karantina wilayah yang sudah di-mapping tadi. Lalu kemudian cari dan temukan virusnya. Setelah virusnya ditemukan, maka silakan dimampusin dan matiin deh itu virus," tegasnya.

Penyebaran yang saat ini terjadi tak dipungkiri terjadi karena pemerintah sejak awal terkesan meremehkan keberadaan virus Covid-19. Tak serius menangkal corona, pemerintah justru lebih sibuk dengan menggenjot sektor pariwisata.

"Dan sampai saat ini juga belum dilakukan tindakan-tindakan penanganan virus China secara komperhensif dan terstruktur. Celakanya lagi, pemerintah pusat terkesan cuci tangan dan malah membiarkan daerah berjalan sendiri-sendiri dengan mengambil kebijakannya juga sendiri," kritik Ketua DPP Partai Gerindra ini.

"Makanya, presiden penting menyatakan darurat corona agar langkah-langkah kedaruratan dapat segera dilakukan, termasuk soal pendanaan dan pembiayaan dalam penanggulangan penyebaran virus China ini," tandasnya. (*)
loading...