logo

Rabu, 20 Mei 2020

93,1 Persen Peserta Menolak Program Prakerja Dianggap Mubazir

93,1 Persen Peserta Menolak Program Prakerja Dianggap Mubazir

DEMOKRASI.CO.ID - Manfaat Kartu Prakerja nyata dirasakan oleh peserta program. Setidaknya hal itu tercermin dari hasil survei yang dirilis Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI).

Tercatat bahwa sebanyak 90,7 persen responden survei yang merupakan peserta Kartu Prakerja merasa program pelatihan online yang diberikan efektif meningkatkan kompetensi. Hanya 9,3 persen yang menjawab tidak.

Tidak hanya itu, hampir semua peserta juga menolak anggapan publik bahwa program ini mubazir. Persentasenya mencapai 93,1 persen.

Survei juga merekam bahwa 73,6 persen akan ambil lagi pelatihan online baik berbayar maupun tidak. Sedang yang tidak ambil pelatihan sebesar 26,4 persen.

Survei LKPI ini dilakukan antara tanggal 3 Mei sampai 15 Mei lalu. Menurut Direktur Eksekutif LKPI, Andri Maulana, kelompok masyarakat yang mereka survei adalah peserta program Kartu Prakerja sebanyak 1.315 responden.

Kepada redaksi, Andri Maulana juga mengatakan, survei yang menggunakan metode Simple Random Sampling itu memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dengan Margin of Error sekitar 2,7 persen. (Rmol)

Komentar Pembaca

loading...