logo

Senin, 18 Mei 2020

Suami Indira Kalistah Ogah Diajak Diskusi, Dr Tirta Ingatkan 6 Poin Ini

Suami Indira Kalistah Ogah Diajak Diskusi, Dr Tirta Ingatkan 6 Poin Ini

DEMOKRASI.CO.ID - DOKTER sekaligus relawan Covid-19, dr Tirta salah satu tenaga medis yang sangat kecewa dengan pernyataan Indira Kalistha dan respon suaminya Aa Utaf soal virus corona.

Setelah Indira minta maaf, dr Tirta sejatinya ingin mengajak Aa Utaf diskusi, karena Utaf dianggap tidak tulus menyesali semua perkataannya. Namun, tak juga disambut.
Tirta pun akhirnya menuliskan enam poin khusus untuk Utaf agar paham mengapa publik kecewa.

“Udah ah @gustafode ni ya poin-poinnya. Lu buat konten dua merugikan edukasi yang dirancang pemerintah. Satu. Secara jelas lu melanggar PSBB dan buat content,” jelas Tirta.

Kedua, Utaf menggiring opini buat yang tidak menjalankan PSBB di medsos. “Ketika ditegur, lu merasa benar dan nantang yang negur, sebagian yang negur itu dokter dan relawan sebagai informasi,” lanjutnya.

Lalu poin ketiga soal Indira dan Utaf yang minta maaf di konten Deddy Corbuzier. “Lu minta maaf di konten orang, minta maaf tapi ngeles. Bilang introvert, minta maaf ya minta maaf aja. Semua brakhir kalau lu enggak nantang, enggak ngeles sana sini,” tegasnya.

“Keempat, lu ngaku pake masker dan patuh tiap hari, padahal lu ke Sarinah buat content, lalu content lu sebelumnya bohong? Itu penyebaran informasi salah,” ungkap Tirta.

Selanjutnya poin kelima, ketika Utaf menantang di Twitter. “‘Berapa banyak orang yang lu kasih makan? Seolah-olah lu boleh berbuat seenaknya dan share di medsos,” tulisnya.

“Keenam, teman-teman lu bilang jangan bully, iya lu doank yang boleh buat salah, dan yang lain enggak boleh kritisi. Silakan, edukasi followers lu yang salah arah, semoga lu paham,” bebernya.

“Niatnya juga diskusi padahal, dan biar ketemu relawan relawan yang dua bulan dah di sini @gugas.relawan. Sekalian gue ajarin apa itu introvert,” jelasnya.

Tirta memahami banyak yang menudingnya pansos karena komentarnya di kasus ini. Makanya dia pun menunjukkan bukti tulisan rasa kecewa para relawan medis atas sikap Utaf.

“Kalau gue yang ngomong dituduh pansos. Oke gue share suara relawna yang curhat mulu gegara konten. Empati dipake kalau bikin konten,” tutupnya.[psid]

Komentar Pembaca

loading...