logo
×

Rabu, 10 Juni 2020

Achmad Purnomo Mundur Itu Kecewa, Ujang: Gibran Banyak Nabrak Aturan dan Tradisi PDIP

Achmad Purnomo Mundur Itu Kecewa, Ujang: Gibran Banyak Nabrak Aturan dan Tradisi PDIP

DEMOKRASI.CO.ID - Sejak awal kemunculan Gibran Rakabuming Raka yang bersikeras maju di Pilkada Solo 2020, membuat suasana panas di internal PDIP.

Buntutnya, Achmad Purnomo yang sebelumnya maju sebagai petahana, akhirnya memilih mundur dari bursa pencalonan.

Diyakini, langkah itu merupakan bentuk kekecewaan atas keistimewaan yang didapat putra sulung Presiden Jokowi itu.

Dengan segala ‘keistimewaan’ yang dimiliki, suami Selvi Ananda diyakini akan mulus menjadi calon yang akan diusung PDIP.

Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin melihat, memang satu sisi PDIP Solo kecewa dengan sikap PDIP pusat.

Namun disi lain, mereka ingin ada bargaining dengan menolak pengunduran diri Achmad Purnomo dari pencalonan.

“Mereka pasti kecewa dengan keputusan pusat yang bakal mengusung Gibran yang bukan siapa-siapa di partai,” kata Ujang kepada RMOL, Selasa (9/6/2020).

Keistimewaan yang didapat Gibran itu, kata Ujang, sangat jelas kentara.

“Gibran terlihat sangat disitimewakan. Tapi paling tidak, ada bargaininglah, tidak kosong. Bargainingnya nanti bisa macam-macam,” sambungnya.

Menurutnya, keputusan mengusung Gibran menjadi dilema terutama bagi PDIP di pusat.

Pengkaderan yang selama ini dibanggakan PDIP, akan dengan sendirinya luntur.

“Gibran banyak menabrak aturan dan tradisi di PDIP. Ini akan membuat banyak kader yang kecewa,” tutup Ujang Komarudin.[psid]
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: