Notification

×

Iklan

Iklan

Kekuatan Militer RI Dinilai Teratas di Asia Tenggara, tapi Anggaran Kecil

Selasa, 30 Juni 2020 | 23:34 WIB Last Updated 2020-06-30T16:34:41Z

DEMOKRASI.CO.ID - Wakil Ketua MPR RI Syarief Hasan tak menampik kekuatan militer Indoneaia masih kalah dibandingkan negara-negara maju seperti China dan Amerika Serikat. Sebab, anggaran pertahanan Indonesia masih terbilang kecil.

Salah satu faktor masih lemahnya pertahanan Indonesia, menurut Syarief, berasal dari tidak terpenuhinya kekuatan pokok minimum atau Minimum Essential Force (MEF) yang dimiliki saat ini.

"Terus terang saja, dari sisi pertahanan kita jauh dari yang kita harapkan, tapi kita terus lakukan pembenahan. Kita harap minimum essential force itu bisa kita penuhi. Meskipun minimum essential force itu, hingga saat ini belum kita penuhi karena kecilnya anggaran pertahanan kita dibandingkan dengan PDB kita," ujar Syarief dalam Webinar Penguatan Kelembagaan Sistem Keamanan Laut Indonesia yang diadakan Indonesia Ocean Justice Initiative, Selasa (30/6).

Meski begitu, Syarief menyebut secara kualitas kekuatan militer Indonesia jelas paling diakui di kawasan Asia Tenggara. Namun, di balik kualitas itu, masih ada sejumlah perbaikan yang harus dilakukan. Khususnya terkait dengan keamanan wilayah laut.

"Sekalipun jumlah pertahanan sedikit, kita masih bersyukur menurut indeks militer di Asia Tenggara kita masih lebih baik. Sekali lagi, kalau kita bedah lagi soal kekuatan militer kita, secara kualitatif mungkin kita di atas, tapi secara kuantitatif masih ada hal yang harus kita kejar disana," ucap Syarief.

"Kalau kita lihat Bakamla kekuatan armadanya itu sangat kecil sekali," sambungnya.

Syarief juga menyambut baik rencana pemerintah untuk menempatkan Badan Keamanan Laut (Bakamla) sebagai kesatuan perintah (Unity of Command) di wilayah perairan. 

Peleburan fungsi penegakan hukum itu di Bakamla diharapkan  dapat menjadi solusi yang baik untuk menindaklanjuti tumpang tindihnya kewenangan

"Saya sangat setuju untuk meningkatkan Bakamla sebagai lembaga unity of commmand. Mudah-mudahan dalam usulan UU Bakamla yang baru, kita akan pertegas dalam rancangan UU itu. Mudah-mudahan bisa kita bahas tahun ini sehingga bisa menghasilkan UU yang bisa memperkuat sistem keamanan laut indonesia," jelas politikus Partai Demokrat itu.

"Saya setuju untuk memperkuat Bakamla dan institusi lain yang memiliki kewenangan serupa dapat kita lebur. Kika itu bisa dilakukan saya harapkan untuk menjaga keamanan di wilayah laut bisa berjalan lebih maksimal," tutup dia. (*)
loading...