Notification

×

Iklan

Iklan

Marah, Jengkel dan Kecewa, Berarti Jokowi Sudah Merasakan Ada yang Tak Beres dalam Kabinet

Senin, 29 Juni 2020 | 07:35 WIB Last Updated 2020-06-29T00:35:17Z

DEMOKRASI.CO.ID - Kemarahan, kejengkelan dan kekecewaan Presiden Jokowi menunjukkan bahwa ia sudah merasa ada yang tak beres di dalam Kabinet Indonesia Maju.

Kemarahan Jokowi, dilatarbelakangi penilaian terhadap capaian-capaian para pembantunya di kabinet belum ada yang memuaskan bahkan jauh di bawah harapan.

Demikian disampaikan Wakil Sekretaris Fraksi PAN DPR RI Saleh Partaonan Daulay, Minggu (28/6/2020).

Krisis yang dihadapi Indonesia akibat wabah Covid-19 ini diakuinya memang memberikan dampak yang luas.

Termasuk pada tingkat perekonomian masyarakat yang limbung.

“Presiden juga khawatir betul dengan tingkat pengangguran yang semakin tinggi,” kata Saleh.

Dalam hematnya, anggota Komisi IX DPR ini menilai Presiden sudah benar-benar menganggap krisis ini sebagai kejadian luar biasa.

Keinginannya, tentu harus pula ditangani dengan tindakan atau kebijakan yang luar biasa pula.

Sayangnya para menteri menganggapnya masih biasa-biasa saja.

Karena itu, maka benar adanya jika kemudian orang nomor satu di Indonesia itu kesal, jengkel, marah dan kecewa.

Selain itu, wajar pula jika Jokowi marah, sebab sudah menjadi tugasnya mengevaluasi kinerja kabinet.

“Jika ada yang tidak memuaskan, presidenlah yang berhak memberikan teguran dan peringatan,” jelasnya.

Dalam video itu, Jokowi juga menyebut akan melakukan apapun demi rakyat Indonesia.

Salah satunya perombakan kabinet. Kendati ia harus mempertaruhakn reputasi politiknya.

“Berarti presiden sudah merasakan ada yang tidak beres dalam kabinetnya,” beber Saleh.

Kendati demikian, soal perombakan kabinet, politisi asal Sumatera utara ini menyebut bahwa hal itu sepenuhnya hak prerogatif Jokowi sebagai Presiden.

Jika memang Jokowi menilai perlu, maka kapapun ia bisa melakukan reshuffle kabinet.

“Saya melihat bahwa fokus presiden adalah penyelamatan 267 juta warga negara. Dan itu disebut beberapa kali dalam pidato,” tuturnya.

“Untuk itu, Presiden rela melakukan banyak hal. Termasuk reshuflle dan mengeluarkan payung hukum yang diperlukan,” tutup anak buah Zulkifli Hasan ini.

Presiden Jokowi marah-marah dan meluapkan kekecewaannya dalam Sidang Kabinet Paripurna yang digelar secara tertutup pada 18 Juni 2020 lalu.

Video itu akhirnya diunggah melalui akun Sekretariat Presiden pada Minggu (28/6/2020) agar bisa dilihat masyarakat luas.

Dalam kesempatan itu, Jokowi menekankan agar semua anak buahnya bekerja dengan luar biasa agar bisa menangani krisi luar biasa ini.

“Jangan biasa-biasa saja, jangan linear. Jangan menganggap ini normal. Bahaya sekali,” tegasnya lagi dengan nada yang terus meninggi.

Bahkan, Jokowi seperti tak bisa lagi menyembunyikan kejengkelannya lagi.

Hal itu terkait sikap anggota kabinet yang seperti tak memiliki perasaan dengan kondisi yang melanda Indonesia saat ini.

“Saya jengkelnya di situ. Ini apa enggak punya perasaan?” heran Jokowi.

Bahkan, orang nomor satu di Indonesia itu terang-terangan bisa saja melakukan perombakan pos-pos tertentu yang dinilai tak memiliki progres signifikan.

“Bisa saja membubarkan lembaga, bisa saja reshuffle, sudah kepikiran kemana-mana saya,” ancam Jokowi.

(jpnn/ruh/pojoksatu)
loading...