Notification

×

Iklan

Iklan

Risma Nangis Sujud di Depan Dokter, Anies Dibully tapi Pantang sampai Bersimpuh

Selasa, 30 Juni 2020 | 19:04 WIB Last Updated 2020-06-30T12:04:58Z

DEMOKRASI.CO.ID - Aksi Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bersujud di depan dokter IDI menuai reaksi beragam. Salah satunya dari aktivis Mustofa Nahrawardaya.

Menurutnya aksi Risma itu terlalu berlebihan untuk menujukkan sebuah ekspresi sebagai seorang pejabat publik.

Bahkan jika dibandingkan dengan tokoh-tokoh pejabat publik lain yang kerap mendapat bully pantang untuk berbuat seperti yang dilakukan Risma.

“Anies, HRS, Aktifis Muslim, dibully hingga sanak keluarganya, sampai ada yang masuk penjara, pantang pakai simpuh-simpuhan kayak gini,” ujarnya lewat akun Twitternya, Selasa (30/6/2020).

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bersujud menangis dan meminta maaf kepada para dokter dari Ikatan Dokter Indonesia Surabaya.

Momen itu terjadi dalam audiensi Pemkot Surabaya dengan IDI Surabaya di Balaikota Surabaya, Senin (29/6/2020).

Peristiwa itu bermula saat Ketua Pinere RSUD Dr Soetomo, dokter Sudarsono mengeluhkan banyak RS rujukan yang overload.

“Pasien meninggal setelah perawatan, iya banyak. Tapi satu hal yang menarik banyak orang mati sia-sia walaupun tidak setiap saat,” ujarnya di depan Risma.

“RS seperti itu, mati sia-sia karena memang overload saya tahu langsung dari teman-teman yang juga bertugas langsung di RS lain,” sambung Sudarsono.

Akan tetapi, pemaparan Sudarsono itu dibantah Risma yang membeberkan data Pemkot Surabaya bahwa kapasitas RS rujukan Covid-19 masih bisa menampung pasien.

Sudarsono lalu menyebut banyak faktor lain yang membuat orang tidak mendapatkan kamar perawatan.

Salah satunya, karena pasien yang masuk dan keluar tidak sebanding. [ps]
loading...