Notification

×

Iklan

Iklan

Wanita Emas Komentari Jokowi: Itu Sangat Betul-betul Menyentuh Rakyat Indonesia

Selasa, 30 Juni 2020 | 22:30 WIB Last Updated 2020-06-30T15:30:41Z

DEMOKRASI.CO.ID - Hasnaeni alias Wanita Emas ikut mengomentari Presiden Jokowi marah-marah kepada para menteri dan pimpinan lembaga.

Momen Jokowi itu terjadi dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, 18 Juni 2020 lalu.

Namun, video itu baru diunggah melalui akun berbagi video Sekretariat Presiden 10 hari kemudian.

Saat itu, Jokowi menegur keras anak buahnya lantaran menganggap biasa-biasa saja krisis akibat wabah Covid-19 di Indonesia.

Padahal, untuk memulihkan kondisi tersebut, dibutuhkan kerja yang luas biasa.

Bahkan orang nomor satu di Indonesia itu sempat menyinggung niatan untuk melakukan reshuffle kabinet.

Atas teguran keras dan ancaman yang dilontarkan Presiden, Wanita Emas mengapresiasi dan memberikan dukungannya.

Demikian disampaikan Hasnaeni dalam keterangan tertulisnya, Selasa (30/6/2020).

“Apa yang ditegaskan Bapak Jokowi tentang negara ini benar adanya. Kita memang dalam keadaan krisis. Sangat krisis,” ujarnya.

Karena itu, semua jajaran di Kabinet Indonesia Maju semestinya bergerak dan bekerja ekstra agar krisis akibat pandemi Covid-19 bisa ditangani bersama-sama.

“Bukan hanya Indonesia yang merasakan krisis, tapi dunia pun merasakan,” sambungnya.

Lanjutnya, tidak salah jika Jokowi kemudian menilai anak buahnya belum menjalankan tugas dan kewajibannya secara maksimal.

Karena itu, dirinya mendukung penuh Jokowi jika memang memutuskan untuk melakukan perombakan kabinet.

Menurutnya, hal itu perlu dilakukan agar penanganan wabah virus asal Kota Wuhan itu bisa berjalan optimal.

“Saya dukung reshuffle dan Jokowi harus pilih menteri yang siap pakai dan siap kerja. Yang bisa ‘berlari’’, bukan hanya bisa ‘jalan sambil berlari’,” tegasnya.

Di sisi lain, Hasnaeni juga memuji pidato Jokowi sebagaimana dalam video dimaksud.

Ia menilai, apa yang disampaikan Jokowi itu menunjukkan keberpihakan kepada rakyat.

“Apa yang dikatakan Bapak Presiden, itu sangat luar biasa. Itu sangat betul-betul menyentuh rakyat Indonesia,” tekan dia.

Dia juga mengingatkan bahwa jangan sampai pertolongan kepada rakyat diberikan terlambat saat rakyat sudah mati.

“Jangan sampai rakyat Indonesia sudah mati baru kita tolong. Itu betul-betul Bapak Presiden berpihak kepada rakyat Indonesia,” pungkasnya.

(jpg/ruh/pojoksatu)
loading...