logo

Jumat, 31 Juli 2020

Dicampakkan PDIP Jelang Pilkada Tangsel, Azmi Abubakar: Tidak Semudah Itu Ferguso

Dicampakkan PDIP Jelang Pilkada Tangsel, Azmi Abubakar: Tidak Semudah Itu Ferguso

DEMOKRASI.CO.ID - Ketua Dewan Perwakilan Wilayah Partai Solidaritas Indonesia Banten Azmi Abubakar, bertemu dengan Bacalon Walikota Tangsel Siti Nur Azizah. Pertemuan kedua berlangsung di salah satu hotel, di Tangerang Selatan, Rabu malam (29/7).

Menarik menelitik langkah Azmi Abubakar setelah dicampakan PDIP yang lebih memilih keponakan Prabowo Subianto, Rahayu Saraswati, dari Partai Gerindra untuk maju berpasangan dengan Muhamad.

Muhamad sendiri sebelum deklarasi pasangan dirinya dengan Azmi terlihat cukup kompak. Hal itu dibuktikan dengan berbagai poster keduanya dengan pose foto yang sama pakai sorban merah dengan tagline "Tangsel Untuk Semua" yang menghiasi sudut-sudut kota di Tangerang Selatan.

Pascadeklarasi Muhamad-Saraswati, tagline "Tangsel Untuk Semua" pun menjadi masalah. Baik Azmi maupun Muhamad saling klaim kepemilikan tagline itu.

Terlepas dari itu semua, Azmi Abubakar tampaknya memendam kekecewaan terhadap PDIP yang awalnya mendukung dirinya. Bahkan diberitakan sebelumnya, Azmi sempat bertemu dengan Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, menceritakan kekecewaan yang disebutnya peristiwa politik karena posisinya digantikan keponakan Prabowo Subianto.

Azmi pun sempat beberapa kali menulis di status WA-nya dengan tanda isyarat "Tidak Semudah Itu Ferguso". Sebuah tanda keras yang hanya bisa dibaca para pemain sinetron dan sutradaranya.

Langkah taktis pun disiapkan Azmi salah satunya dengan bertemu putri Wapres Siti Nur Azizah, Rabu malam (29/7) lalu. Kepada Redaksi Kantor Berita RMOLBanten, Azmi secara diplomatis menyampaikan bahwa pertemuan itu sebagai silaturahmi politik.

"Dua anak kiai bertemu, menyamakan persepsi untuk Tangsel ke depan," kata Azmi.

"Diperhalus, membuka komunikasi politik," sambung Azmi.

Apa pun yang dilakukan Azmi ini, bisa dibilang sebagai isyarat politik. Bisa jadi Azmi merapat ke Azizah yang terlihat rapuh dari dukungan politik.

Walau berlebel putri Wapres, Siti Nur Azizah tidak cukup pintar untuk menggaet banyak partai, padahal kehadirannya sudah sangat jauh sekali.

Baru Demokrat yang memberikan dukungan resmi kepada Azizah. PKS yang digadang sebagai koalisi dengan Ruhamaben sebagai Bacalon wakil Azizah pun sampai saat ini belum memberikan rekomendasi secara resmi.

Bisa jadi Azmi pun akan berpasangan dengan Azizah. Mengingat masih ada beberapa partai yang belum memberikan dukungan resmi dukungan calon. Partai tersebut adalah PKB, PAN, dan PSI sendiri.

Pun jika tidak jadi sama Siti Nur Azizah, ketiga Parpol tersebut bisa membuat poros baru di Pilwakot Tangsel 2020. Karena syarat 10 kursi terpenuhi.

Kembali ke pertemuan Azmi dan Azizah. Bak gayung bersambut, Azizah terlihat semringah dengan mengeluarkan pujiannya kepada Azmi yang baru bertemu itu.

Dalam Facebook Siti Nurazizah Maruf, ia menulis kalimat:

Ada dua persamaan mendasar antara saya dengan Bro Azmi Abubakar.

Pertama, sebagai sesama keluarga ulama. Beliau merupakan putra Tgk Abubakar Bintang, tokoh Gayo di Tangsel, pendiri Pesantren Syech Abdurrauf Tangsel, sedangkan saya adalah puteri KH Maruf Amin.

Kedua, kami sama-sama menginginkan Tangsel harus berubah lebih maju, punya identitas lokal yang kuat, menghargai minoritas, dan berada dalam jalur kebangsaan yang sehat.

"Senang bertemu dengan pendiri Museum Peranakan Tionghoa di Tangsel, yang juga ketua PSI Banten ini," tulisnya.

Terlepas pujian dari putri wapres itu, Azmi dipastikan belum hilang dari peredaran setelah didepak dari Bacalon Wakil Walikota Tangsel.

Sebaliknya Bewok -biasa disapa ini- berpotensi menjadi komando kekuatan baru bisa di luar dinasti, membuat poros baru PSI-PKB-PAN. Atau bisa masuk ke lingkaran dinasti menggantikan Ruhamaben dari PKS.

"Tidak semudah itu Ferguso."[rmol]

Komentar Pembaca

loading...