Notification

×

Iklan

Iklan

Kemarahan Jokowi Dikhawatirkan Drama untuk Alihkan Perhatian dari Persoalan Inti

Rabu, 01 Juli 2020 | 14:49 WIB Last Updated 2020-07-01T07:49:55Z

DEMOKRASI.CO.ID - Kemarahan Presiden Joko Widodo saat rapat kabinet pada 18 Juni lalu diharapkan bukan sebuah drama, dengan harapan mengalihkan perhatian dari persoalan lain.

Begitu disampaikan pengamat politik, Satyo Purwanto. Dia termasuk yang mengaku aneh video Jokowi marah-marah di hadapan menteri itu baru diunggah 10 hari kemudian.

"Ada yang aneh mengapa dokumentasi hampir 2 pekan yang lalu barudi publish saat ini. Semoga marah-marahnya benar bukan 'drama' untuk mengalihkan dari persoalan lain," ucap Satyo Purwanto kepada RMOL, Rabu (1/7).

Mantan Sekjen Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) ini menilai bahwa sejak kasus pertama Covid-19 diumumkan, sebenarnya sudah cukup bagi Jokowi untuk mengevaluasi semua kementerian dan lembaga.

Bahwa ada yang bekerja serius, tapi tidak sedikit yang biasa-biasa saja dalam menghadapi pandemik Covid-19.

"Banyak sekali menteri yang tidak perform bahkan ada yang 'aji mumpung' menggarap proyek dampak Covid-19. Bahkan ada yang kampanye pilpres terselubung, bagi-bagi sembako dan sebagainya " Demikian Satyo Purwanto. (*)
loading...