
DEMOKRASI.CO.ID - Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Erick Thohir ogah jadi kelinci percobaan vaksin Covid-19 yang akan diuji klinis pada 1.602 relawan di Indonesia.
Menteri BUMN itu mengatakan, tidak etis jika dia terlibat menjadi relawan uji klinis tahap III vaksin Covid-19 asal Cina tersebut.
“Kayaknya enggak etis kalau saya, lebih baik relawan-relawan yang sesuai dengan prototipe yang sedang dicari,” ujar Erick Thohir.
“Bukannya saya takut enggak mau disuntik ya, tapi ya kayaknya sebagai Menteri BUMN disuntiknya agak belakang lah,” tambah Erick.
Menurut Erick, setelah rakyat sudah selesai disuntik, barulah diuji coba kepada pejabat negara.
“Kalau yang lain rakyatnya udah disuntik baru kita lah. Masa kita duluan disuntik. Bukan berarti gak berani ya, pengen disuntik,” kata Erick.
Menurutnya, juru bicara Menteri BUMN, Arya Sinulingga sudah bersedia untuk menjalani uji klinis vaksin Covid-19.
“Kalau gak salah dari BUMN, jubir saya disuntuk duluan dia mau. Ya silakan,” imbuh Erick.
“Tapi kita sebagai pemimpin belakangan lah. Bukan berarti karena takut lho, karena ya berikan kesempatan yang lain duluan lah,” tandas Erick Thohir.
Simak video penjelasan Erick Thohir berikut ini:

