logo
×

Sabtu, 08 Agustus 2020

Sambutan Di Kongres Gerindra, Jokowi: Tidak Ada Satu Pun Negara Yang Siap Hadapi Krisis Akibat Covid-19

Sambutan Di Kongres Gerindra, Jokowi: Tidak Ada Satu Pun Negara Yang Siap Hadapi Krisis Akibat Covid-19

DEMOKRASI.CO.ID - Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Gerindra tahun 2020 yang dilangsungkan di kawasan Hambalang, Bogor, Jawa Barat, merupakan kongres yang digelar dalam situasi yang juga luar biasa.

Demikian disampaikan Presiden RI Joko Widodo saat memberikan sambutan secara virtual pada KLB Partai Gerindra, Sabtu (8/8).

“KLB Partai Gerindra kali ini diselenggarakan dalam situasi yang juga luar biasa,” ujar Jokowi mengawali sambutannya.

Jokowi lantas mengurai, situasi luar biasa tersebut lantaran negara-negara di dunia termasuk Indonesia tengah menghadapi pagebluk virus corona baru (Covid-19).

“215 negara di dunia tengah mengahadapi situasi ketidakpastian, menghadapi krisis kesehatan, dan juga sekaligus krisis ekonomi,” kata Jokowi.

Menurut Jokowi, seluruh negara di dunia tidak ada satupun yang betul-betul siap menghadapi ancaman krisis akibat terdampak Covid-19. Sebab, pandemik ini merupakan hal baru dan kali pertama terjadi sepanjang sejarah.

“Tidak pernah terjadi sebelumnya. Tidak ada satu pun negara yang siap dalam menghadapi krisis seperti ini. Lebih dari 18 juta penduduk dunia terinfeksi Covid-19 dengan 696 ribu kematian,” tuturnya.

Bahkan sambung kepala negara, selain ancaman krisis kesehatan, krisis ekonomi juga nyaris membuat negara-negara besar kelimpungan menahan kontraksi ekonomi yang dalam dirasakan akibat terdampak pandemik Covid-19.

“Pertumbuhan ekonomi berbagai negara di dunia juga mengalami kontraksi yang dalam. Prancis misalnya -19 persen, India -18,9 persen, Inggris -17,9 persen, Uni Eropa -14,4 persen, Singapura -12,6 persen, Jerman -11,7 persen, Amerika -9,5 persen, Korsel -2,9 persen,” jelasnya.

“Dan dana moneter dunia IMF bahkan memprediksi bahwa perekonomian dunia akan mengalami krisis keuangan terburuk sejak depresi besar di tahun 1930,” demikian Jokowi.

Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis pertumbuhan ekonomi kuartal II 2020 minus 5,32 persen.
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: