logo
×

Minggu, 09 Agustus 2020

Soal Corona, Wakil MPR Minta Jokowi Pidato Berbobot, Sebab Ini yang Dikhawatirkan

Soal Corona, Wakil MPR Minta Jokowi Pidato Berbobot, Sebab Ini yang Dikhawatirkan

DEMOKRASI.CO.ID - Wakil Ketua MPR RI Fadel meminta Presiden Jokowi untuk tidak menyampaikan pidato biasa-biasa saja saat sidang tahunan MPR pada 14 Agustus 2020 nanti.

Menurutnya, kalau Presiden hanya bicara hal-hal yang biasa saja, dikhawatirkan kondisi ke depan akan semakin tidak baik, karena selama pandemi Covid-19.

Selama ini, pemerintah dinilai belum maksimal melakukan perbaikan yang substansial terkait efek yang ditimbulkan oleh pandemi.

Demikian disampaikan oleh Fadel saat acara diskusi Media Expert Meeting bertajuk ‘Sidang Tahunan MPR: Konvensi Ketatanegaraan dalam Rangka Laporan Kinerja Lembaga Negara” Bandung, Sabtu (08/08/2020).

“Saat ini pandemi sudah berlangsung lama, tingkat kesabaran masyarakat sudah memuncak sehingga kalau Presiden tidak menyampaikan sesuatu yang membawa harapan maka kondisi akan repot,” ujarnya.

Fadel menuturkan kalau kondisi saat ini beberapa daerah sudah mengeluhkan dampak yang semakin besar dari pandemi seperti pendapatan menurun dan pajak daerah tidak ada sehingga menyebabkan pemerintah daerah kesulitan membiayai pembangunan di daerah.

“Saya berharap pada tanggal 14 Agustus nanti, Presiden Jokowi jangan hanya bicara biasa saja namun menyampaikan sesuatu yang membawa harapan. Itu harus disampaikan Presiden,” tuturnya.

Fadek menilai bila pertumbuhan ekonomi di beberapa daerah sudah minus, kondisi itu jangan anggap enteng karena dikhawatirkan akan ada efek negatif yang ditimbulkan oleh pandemi.

“Kita sudah mendengar bahwa Presiden mengeluh, kami sudah menyampaikan belanja negara kurang yaitu baru 30 persen. Jangan sampai salah kelola pemerintahan,” ujarnya.

Dia mengaku tidak percaya terhadap ulasan manis beberapa pihak bahwa ekonomi Indonesia akan melakukan pemulihan, karena yang dibutuhkan saat ini adalah pemerintah harus ambil langkah berani.

Fadel mencontohkan kalau perlu pemerintah membatasi bayar utang, restrukturisasi utang untuk membiayai Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Amerika Latin sudah melakukan itu namun kita masih di-ninabobo-kan, kita dibilang cepat ‘recovery’ padahal di pasar-pasar daya beli tidak ada. Diharapkan dalam Sidang Tahunan MPR ada penyampaian harapan,” pungkasnya.
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: