logo

Kamis, 17 September 2020

KAMI Curiga Kekerasan Terhadap Ulama Dikendalikan Oknum Tertentu

KAMI Curiga Kekerasan Terhadap Ulama Dikendalikan Oknum Tertentu

DEMOKRASI.CO.ID - Salah satu inisiator dan deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Adhie M Massardi mengungkapkan kekerasan terhadap ulama dan tokoh agama lainnya di Indonesia dikendalikan oleh oknum tertentu.

“KAMI berpendapat kejadian ini tidak berdiri sendiri. Terkait dengan sejumlah peristiwa sejenis di antero Indonesia kemarin-kemarin dan yang akan datang,” tulisnya di akun Twitternya, Rabu (16/9/2020).

Mantan juru bicara Presiden Gus Dur itu meminta negara melalui aparat hukumnya mengusut tuntas setiap kasus penyerangan terhadap ulama.

“Negara punya instrumen kuat untuk usut kasus begini hingga ke pusat pengendalinya. Ulama dan pelaku sama-sama korban kebiadaban mereka,” jelasnya.

Sekretaris Badan Pekerja KAMI Syahganda Nainggolan ikut menambahkan kekerasan terhadap pemuka agama, khususnya ulama atau ustaz telah terjadi 5 tahun belakangan ini.

“Kekerasan terhadap ulama ada selama 5 tahun ini. Tentu ulama artinya orang suci kritis terhadap kekuasaan zalim, bukan penjilat,” katanya di akun Twitternya.

Dia lantas mengaitkan kekerasan ulama saat ini dengan keadaan di zaman penjajahan Belanda.

“Dulu kata Snouck Horgronje, meski di Jawa orang-orang masih abangan, ulama pasti sosok panutan & anti kolonial yang harus dibasmi Belanda. Maka Ulama harus lakukan pembalasan!” lanjutnya.

Sebelumnya, peristiwa penusukan dialami Syekh Ali Jaber saat mengisi sebuah acara di Bandarlampung, Minggu sore (13/9) sekitar pukul 16.30 WIB.

Syekh Ali Jaber mendapat luka di lengannya karena serangan senjata tajam tersebut. Penusukan terjadi ketika Ali tengah mengisi acara ceramah di Masjid Afaludin Tamin Sukajawa, Tanjungkarang Barat, Bandarlampung.

loading...