logo
×

Selasa, 15 September 2020

Kritik PSBB DKI, Ferdinand Hutahaean: Jalanan Jakarta Tetap Ramai, Remnya Blong!

Kritik PSBB DKI, Ferdinand Hutahaean: Jalanan Jakarta Tetap Ramai, Remnya Blong!

DEMOKRASI.CO.ID - Politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menegaskan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) DKI Jakarta yang mulai berlaku hari ini (14/9) yang dikeluarkan oleh Anies Baswedan seakan seperti rem blong. Lantaran PSBB hari pertama jalanan Jakarta tetap ramai oleh masyarakat.

“PSBB Hari Pertama, Jalanan Jakarta Tetap Ramai. Sudah saya bilang, remnya blong dan nabrak kemana-mana. Yang perlu direm itu Anies nya, stop jadi Gubernur dan Jakarta akan lebih baik,” seru Ferdinand Hutahaean lewat unggahan twitternya @FerdinandHaean3 yang dikutip Akurat.co Senin (14/9/2020).

Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan kembali menerapkan Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) lanjutan setelah kasus COVID-19 di Ibu Kota terus meroket pada masa transisi yang diberlakukan sebelumnya.

PSBB resmi dimulai hari ini Senin (14/9/2020) hingga dua pekan ke depan. Walau disebut-sebut sebagai pembatasan total namun kebijakan ini tidak seketat pada PSBB yang diterapkan di awal wabah corona menerjang Jakarta.

Walau mengklaim rem darurat kali ini diberlakukan dengan sangat ketat, namun nyatanya Gubernur Anies Baswedan dan jajarannya tidak melarang akses keluar masuk Jakarta sebagaimana yang diterapkan pada PSBB sebelumnya. Dimana warga yang ke Jakarta diwajibkan membawa Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) dan harus dinyatakan bebas corona.

Pada PSBB kali ini, Pemprov DKI tidak memberlakukan wajib SIKM. Anies Baswedan telah mengumumkan hal itu.

“Mobilitas keluar dan lain-lain tidak (diberlakukan),” kata Anies Baswedan.

Pada penerapan PSBB kali ini, Anies Baswedan tetap tetap membuka rumah ibadah bagi warga Jakarta. Kecuali untuk kawasan zona merah. Padahal pada masa transisi penularan corona merebak hingga ke lingkungan tempat ibadah. Banyak ditemukan pusat penyebaran wabah mematikan itu disana.

Hal ini sangat berbeda dengan PSBB terdahulu di mana Anies menyebar videonya kepada warga Jakarta dan meminta supaya ibadah dilakukan dari rumah. Rumah-rumah ibadah ditutup untuk sementara waktu.

“Untuk tempat ibadah akan ada sedikit penyesuaian tempat ibadah bagi warga setempat, masih boleh digunakan asal menerapkan protokol (kesehatan),” kata Anies.

Selain itu, Anies Baswedan juga masih mengizinkan Ojek Online tetap beroperasi, perkantoran tetap buka dengan jumlah karyawan masuk dalam sehari sebesar 25 persen.
loading...