logo
×

Kamis, 17 September 2020

Survei Pemilu 2024, PSI Mengejutkan, PPP, PAN, Demokrat dan Nasdem di Bawah 4%

Survei Pemilu 2024, PSI Mengejutkan, PPP, PAN, Demokrat dan Nasdem di Bawah 4%


DEMOKRASI.CO.ID - Enam partai politik diprediksi lolos ambang batas paelemen (parliamentary threshold) pada Pemilu 2024 mendatang.

Hal itu tergambar dalam hasil survei terbaru Polmatrix Indonesia yang dirilis, Rabu (16/9/2020). Dalam survei tersebut, PDI Perjuangan masih menjadi yang teratas kendati sekalipun mengalami penurunan.

Pada survei Mei 2020, partai besutan Megawati Soekarnoputri itu memiliki elektabilitas mencapai 33,3 persen.

Sementara pada survei terbaru, tingkat keterpilihan partai berlambang kepala banteng moncong putih itu menjadi 28,7 persen.

Direktur Eksekutif Polmatrix Indonesia Dendik Rulianto menyebut, jika ambang batas parliamentary threshold 4 persen, maka ada enam parpol yang lolos.

Setelah PDIP, ada Partai Gerindra Gerindra yang sedikit naik dari 13,7 persen menjadi 13,9 persen. Selanjutnya Partai Golkar turun dari 9,7 menjadi 8,4 persen, dan PKS dari 5,4 menjadi 5,8 persen.

Lalu PKB dari 6,7 menjadi 5,3 persen, dan Partai Solidaritas Indonesia dari 4,3 menjadi 4,5 persen.

“Jika pemilu digelar saat ini, elektabilitas PDIP masih tetap nomor satu dan enam parpol lolos ambang batas 4 persen,” kata Dendik.

“Termasuk PSI yang tidak memiliki kursi pada Pemilu Legislatif 2019,” sambungnya.

Keunggulan PDIP ini, terang Dendik, tak bisa dilepaskan dari posisinya sebagai parpol utama dalam pemerintahan.

Sementara itu, PSI yang hanya memiliki kursi di tingkat DPRD provinsi dan kabupaten/kota tampak bakal mendulang dukungan publik.

“Jika kondisi ini bertahan, besar kemungkinan PSI akan lolos ke Senayan pada pemilu mendatang,” terangnya.

Sementara, empat parpol di Senayan memiliki elektabilitas di bawah empat persen.

Yakni Partai NasDem (4,1—3,9 persen), Partai Demokrat (3,8—3,7 persen), PAN (2,2—2,0 persen), dan PPP (1,5—1,7 persen).

“Jika memperhitungkan margin of error, parpol-parpol tersebut masih berpeluang lolos, kecuali PPP yang masih tipis di bawah empat persen,” kata Dendik.

Dengan demikian, nasib PPP bisa saja berakhir tragis seperti Hanura yang tersingkir pada Pemilu 2019 lalu.

Pun demikian dengan Partai Hanura juga tampaknya masih belum akan membaik karena elektabilitasnya masih sangat kecil (0,9—0,6 persen).

Hanura menjadi parpol papan bawah bersama dengan Perindo (1,1—0,9 persen), Berkarya (0,3—0,4 persen), PBB (0,2—0,1 persen), sedangkan PKPI dan Garuda 0 persen.

Dinamika yang terjadi dalam kurang dari empat tahun ke depan masih sangat mungkin berubah. Parpol-parpol harus memainkan strategi untuk menambah elektabilitas atau setidaknya menjaga posisi saat ini.

Sebagai catatan, masih ada 20,1 persen yang menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab, naik dari 13,6 persen dalam survei sebelumnya.

Survei Polmatrix Indonesia dilakukan pada tanggal 1—10 September 2020, dengan jumlah responden 2.000 orang mewakili seluruh provinsi di Indonesia.

Metode survei dilakukan dengan menghubungi melalui sambungan telepon terhadap responden survei sejak 2019 yang dipilih secara acak.

Margin of error survei sebesar ±2,2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

loading...