logo
×

Sabtu, 21 November 2020

Ingatkan HRS, Pangdam Dudung 'Keseleo' Baca Ayat Al Quran soal Api Neraka

Ingatkan HRS, Pangdam Dudung 'Keseleo' Baca Ayat Al Quran soal Api Neraka

DEMOKRASI.CO.ID - Panglima Komando Militer Jayakarta (Pangdam Jaya), Mayjen TNI Dudung Abdurrachman menjelaskan apabila baliho Rizieq Shihab di pasang sesuka hati, maka TNI bisa jadi akan bubarkan Fron Pembela Islam (FPI).

Selain itu, Pangdam Jaya juga ancam FPI jangan pernah coba-coba dengan TNI.

"'Kalau Perlu, FPI bubarkan saja! Kok mereka yang atur. Suka atur-atur sendiri"," tegas Dudung saat dikonfirmasi awak media di kawasan silang Monas, Jakarta 20 November 2020 sebagaimana dikutip PotensiBisnis.com dari Antara.

Pangdam Jaya, Mayjen Dudung Abdurachman dalam sebuah video Youtube memperingati Rizieq Shihab beserta Front Pembela Islam menggunakan ayat Al-Qur'an.Dalam video tersebut, Pangdam Jaya Dudung A, mengutip ayat Al Quran surah At-tahrim ayat 6.

Diluar dugaan nampaknya Pangdam Jaya 'keseleo' saat berucap ayat tersebut untuk peringatkan Habib Rizieq.

Pangdam Jaya tidak bisa membaca kutipan ayat tersebut dengan tartil dan sempurna.

Seharusnya pangdam jaya mengucapkan surah At-Tahrim ayat 6 “ya ayyuhalladzina amanu quu anfusakum wa ahlikum nara” yang artinya “wahai orang-orang beriman, lindungilah dirimu dan keluargamu dari Api Neraka”.

Namun, dirinya membaca tidak sesuai dengan ayat Al-Quran surah at tahrim ayat 6 tersebut, berikut bacaan alquran Pangdam Jaya “ya ayyu la haladina quu anfusakum wa ahlikum nara” katanya sebagaimana dikutip dari Youtube.com

Hal itu terjadi saat Pangdam Jaya peringatkan pemasangan baliho yang memampang wajah Habib Rizieq Shihab tidak memenuhi aturan dan terkesan dilakukan semena-mena oleh FPI.

Arogansi tersebut, meskinya harus dilakukan penetiban baliho oleh Satpol PP, namun FPI masih terus memasang kembali baliho wajah Habib Rizeiq tersebut.

Terkesan FPI yang mengatur, Dudung menegaskan harus ada tidakan tegas terhadap FPI jika terus seperti ini.

"Berapa kali Satpol-PP menurunkan, dinaikan lagi. Sekarang kok mereka seperti yang ngatur, sukanya sendiri. ini negara hukum, harus taat hukum," pungkasnya.***



Komentar Pembaca

loading...