logo
×

Kamis, 17 Desember 2020

Dianggap Sering Provokasi dan Pojokkan Ulama, Denny Zulfikar Dipecat dari Marga Siregar

Dianggap Sering Provokasi dan Pojokkan Ulama, Denny Zulfikar Dipecat dari Marga Siregar

DEMOKRASI.CO.ID - Parsadaan Siregar, Boru dohot Babere (PSBB) menolak mengakui pegiat media sosial Denny Zulfikar Siregar sebagai bagian dari keluarga besar Siregar yang berasal dari Tapanuli Bagian Selatan. Pernyataan itu disampaikan lewat maklumat yang viral di media sosial.

Maklumat itu memuat alasan pemecatan Denny Siregar, yakni karena menilai Denny Zulfikar Siregar atau biasa disebut dengan Denny Siregar selalu memojokkan Islam, santri dan para Ulama.

"Pada dasarnya, Marga Siregar, khususnya yang berasal dari Tapanuli Bagian Selatan umumnya adalah Muslim yang sangat taat. Sangat mencintai dan menghargai para Ulama. Karena itu ulah dan provokasi Kahanggi kami Denny Siregar sangat bertolak belakang dengan Prinsip Marga Siregar dari Tapanuli Bagian Selatan," demikian kutipan maklumat itu.

Dalam maklumat itu, juga tertulis bahwa penolakan untuk mengakui Denny sebagai bagian dari marga Siregar didasari alasan bahwa yang bersangkutan hanya menumpang lahir di Sumatera Utara dan kurang memahami adat dan prinsip hidup marga Siregar. 

Tak cuma itu, PSBB juga menyebut perihal ulah Denny yang dianggap kerap melakukan provokasi.

"Mengingat Kahanggi kami Denny Siregar besar di Pulau Jawa, hanya menumpang lahir di Kota Medan -Sumatera Utara, jadi kurang memahami adat dan prinsip hidup Marga Siregar dari Tapanuli Bagian Selatan, maka dengan ini kami dari Perwakilan PSBB meminta maaf kepada Umat Islam khususnya para Ulama atas semua ulah, tingkah laku dan semua provokasi dari Denny Siregar," demikian isi maklumat tersebut.

Pada bagian akhir, maklumat itu juga menyampaikan bahwa Denny Siregar tidak lagi diakui sebagai saudara semarga atau bagian dari Keluarga Marga Siregar khususnya Siregar dari Tapanuli Bagian Selatan. 

"Adapun nama Siregar dibelakang namanya kami anggap bukan marga tapi bagian dari nama. Selanjutnya kami tidak akan sebut lagi Kahanggi, tapi saudara," demikian lanjutan maklumat itu.[]

Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: