logo
×

Jumat, 11 Desember 2020

Heboh! #BoikotJNE Populer di Twitter, Apa Masalahnya?

Heboh! #BoikotJNE Populer di Twitter, Apa Masalahnya?

DEMOKRASI.CO.ID - Tanda pagar atau hashtag #BoikotJNE populer di Twitter Indonesia pada sore ini.

Awalnya cukup membingungkan apa penyebab perusahaan yang bergerak dalam bidang pengiriman dan logistik yang bermarkas di Jakarta itu menjadi musuh bersama sebagian netizen.

Ternyata, setelah redaksi menelusuri, persoalannya hanya karena JNE mendapat ucapan selamat ulang tahun dari tokoh tertentu yang tidak disukai sebagian pengguna Twitter.

JNE memang baru saja merayakan hari lahirnya yang ke-30 pada 26 November 2020. Terkait itu, akun Twitter resmi JNE Express (JNE_ID) memposting video-video yang berisi ucapan dari para figur publik, termasuk kepala daerah, politikus dan ulama.

Sayangnya, menjadi polemik di kalangan netizen saat ucapan datang dari tokoh yang dianggap mewakili kelompok tertentu.

Ada netizen yang menganggap salah satu tokoh yang memberikan ucapan selamat dan videonya diposting akun @JNE_ID adalah provokator.


“#BoikotJNE jadi trending karena @JNE_ID membuat blunder yg sangat fatal, karena menghadirkan provokator perusak bangsa, kita tunggu klarifikasi dari JNE apa,” tulis akun @AksiomaRangga, yang redaksi pantau petang ini.

“Sumbu pendek/kodok gurun/cebong/pasukan nasi bungkus lengkoas mau #BoikotJNE Salah JNE sih harusnya posting ucapan dari Abu Jamban, Ucup Dungu, Deni Sangar, Dewi Tumpul, dll. Dicuekin saja sih, para nasi lengkoas ini kan paling2 maunya GA, ga mungkin pakai jasa JNE,” tulis akun @netizentop.


 

Dari penelusuran redaksi, tagar ini memiliki sentimen politik yang kental, bernuansa polarisasi masyarakat yang sempat terjadi selama musim Pilpres 2019 dan sebelumnya.

“Cie cie Para cebong cerita nya mo #BoikotJNE ga tau si jamban juga ikut ucapin..,” tulis akun @EffryulisonM.

Dari pantauan redaksi, netizen menuduh @JNE_ID telah menghapus unggahan “kontroversial” tersebut.

“Strategi Bisinis yang salah bro. Kalau tujuananya bisnis, tak perlu menonjolkan tokoh-tokoh yang satu kelompok menentangnya, kelompok lain mendukungnya. Itu bukan cara yang netral tanpa keberpihakan. Itu tidak netral. Mengapa? Karena perusahaan bro bukan koran/majalah,” tulis akun @ichigotalks.

Di sisi lain, ada sejumlah netizen yang menyatakan tuduhan bahwa JNE “memblok” ke kubu politik atau kelompok tertentu adalah tuduhan yang salah alamat. Apalagi, akun @JNE_ID memposting pula beberapa video ucapan selamat dari tokoh populis seperti Komisaris Utama Pertamina, Basuki Tjahja Purnama (Ahok), dan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Sampai saat berita ini ditayangkan, sudah hampir 1.400 tweet yang menyertakan #BoikotJNE. []

loading...