logo
×

Senin, 25 Januari 2021

Publik Dinilai Cari Figur Antitesa di Luar PDIP dan Gerindra di Pilpres 2024

Publik Dinilai Cari Figur Antitesa di Luar PDIP dan Gerindra di Pilpres 2024

DEMOKRASI.CO.ID - Direktur Eksekutif Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA), Ray Rangkuti menyatakan jika ambang batas presiden atau presidential threshold (PT) tetap di kisaran 20% suara partai dan 25% suara di DPR seperti yang berlaku saat ini maka Pilpres 2024 diprediksi paling banyak diiuti oleh tiga pasang calon (Paslon).

"Dengan asumsi PDIP+Gerindra+Nasdem, Golkar+PPP+PKB, sementara yang lain adalah PAN+PKS+PD. Tapi jika PT makin sedikit, potensi capresnya juga akan bertambah," ujar Ray saat dihubungi SINDOnews, Senin (25/1/2021).

Ray menduga parpol-parpol masih akan bertahan dengan persentasi PT ini. Menurutnya, kekuatan PDIP, Gerindra, Nasdem dan Golkar nampaknya akan kuat untuk mempertahankan PT 20%. Dia meyakini akan sulit menjebol kekuatan tersebut karena jumlah mereka sudah lebih dari setengah suara di DPR. Jadi kemungkinan PT akan tetap sama di Pilpres 2024.

Di sisi lain, jika PT bertambah akan banyak memunculkan resistensi khususnya dari partai menengah ke bawah, akademisi dan pegiat pemilu. Menurut dia, pengalaman membuktikan bahwa pilpres yang hanya diikuti dua paslon justru membuat ketegangan politik meningkat tajam. Sehingga, butuh penyeimbang di antara dua pasangan calon yang sama-sama kuat.

Dengan begitu, kata mantan Aktivis 98 ini, ketegangan konstestasi dapat lebih diminimalisasi. Lebih dari itu, ada nuansa masyarakat sedang mencari figur di luar figur partai-partai besar seperti PDIP dan Gerindra. 

Mulai nampak ada kekecewaan terhadap Presiden Jokowi, figur presiden yang lahir dari parpol besar tapi gagal mengawal perjalanan demokrasi, hukum, HAM dan antikorupsi, khususnya di dalam periode ke dua kepemimpinannya. "Publik, nampaknya sedang mencari figur antitesa itu," tutupnya. []

Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: