logo
×

Sabtu, 06 Februari 2021

Pembatasan Mobilitas Orang Di Jakarta-Jateng Dinilai Kreatif, Eks Ketua DPR: Pusat Kenapa Enggak Ikut Saja!

Pembatasan Mobilitas Orang Di Jakarta-Jateng Dinilai Kreatif, Eks Ketua DPR: Pusat Kenapa Enggak Ikut Saja!

DEMOKRASI.CO.ID - Strategi pembatasan pergerakan atau mobilitas orang di masa pandemi kembali mendapat sorotan publik. Karena, dalam penerapannya ada perbedaan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Salah satu yang menyoroti hal ini ialah mantan Ketua DPR, Marzuki Alie, yang menilai strategi penanganan Covid-19 yang dilakukan sejumlah pemda lebih kreatif dibanding pemerintah pusat.

"Pemimpin kita sangat kreatif, buat kebijakan pokoknya beda dengan Presiden Jokowi," ujar Marzuki Alie dalam akun Twitternya, @marzukialie_MA, Sabtu (6/2).

Eks Sekretaris Jendral (Sekjen) Partai Demokrat ini menyebutkan bentuk intervensi kebijakan yang kreatif dilakukan oleh dua pemerintah provinsi besar dan satu pemerintah kota penyangga di Pulau Jawa, yang berbeda dengan intervensi pemerintah pusat yang menetapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

"Pusat PPKM, DKI Jakarta PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) Super Ketat, Jateng (Jawa Tengah) Sabtu-Minggu lockdown, Bogor Sabtu-Minggu gage (ganjil genap)," ucap Marzuki Alie.

Dari perbedaan itu, Marzuki Alie memandang kebijakan pemerintah pusat pada akhirnya tidak akan efektif. Karena itu dia menyarankan agar pemerintah pusat ikut ambil langkah seperti yang dilakukan tiga daerah tersebut.

"Kenapa enggak ikut saja pusat, karena ini pandemi. Akhirnya PPKM tidak efektif, kasus Covid-19 tidak menurun," demikian Marzuki Alie menutup cuitannya. (RMOL)

Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: