logo
×

Rabu, 03 Maret 2021

Cerita Rizal Ramli Tetap Happy Meski Disingkirkan Oligarki Dan Pengpeng

Cerita Rizal Ramli Tetap Happy Meski Disingkirkan Oligarki Dan Pengpeng

DEMOKRASI.CO.ID - Reshuffle kabinet yang dilakukan seorang presiden terhadap anggota kabinetnya acapkali terjadi karena minornya kinerja para pembantunya.

Namun tak dipungkiri, ada persoalan lain di balik perombakan kabinet oleh seorang kepala negara. Mulai dari desakan politik hingga kepentingan oligarki di dalamnya.

Salah satu kebijakan reshuffle yang masih menyisakan tanda tanya bagi publik yakni saat pemerintahan Presiden Joko Widodo di Kabinet Kerja Jilid II. Bahkan perombakan kabinet kala itu dinilai mengakomodasi kepentingan politik karena kental dengan nuansa pragmatis.

Saat itu, salah satu menteri yang kena reshuffle di Kabinet Kerja Jilid II adalah Rizal Ramli. RR, sapaan Rizal Ramli dipecat setelah menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman selama 11 bulan.

Padahal, banyak yang beranggapan kinerja ekonom senior itu telah menampakkan hasil meski menjabat kurang dari satu tahun. Bahkan jejak kerja dan perjuangan RR melekat di ingatan publik dengan istilah 'Jurus Rajawali Ngepret' dan 'Jurus Rajawali Bangkit' dalam pembenahan tata kelola pemerintahan yang bersih dari KKN.

Jurus Rajawali Bangkit RR disematkan berkenaan dengan upaya peningkatan penerimaan negara atau jurus membangkitkan maritim dan sumber daya nasional.

"RR telah laksanakan amanah untuk melaksanakan visi Trisakti dan Nawacita demi rakyat, disingkirkan oligarki dan pengpeng," jelas Rizal Ramli di akun Twitternya, Rabu (3/3).

Kinerja RR yang berpijak pada kepentingan rakyat tersebut bukan omong kosong belaka. Ia bahkan mengungkap fakta sebenarnya bahwa dirinya sudah ditawari jabatan Menko Kemaritiman sebanyak tiga kali oleh Presiden Jokowi tahun 2015 silam.

"Baru setelah Jokowi minta tolong dengan sangat, RR ok. Tapi ternyata Jokowi lemah atas tekanan taipan reklamasi dan pengpeng (pejabat sekaligus pengusaha), RR dipecat," jelasnya.

Meski disingkirkan dari kabinet yang dinilai penuh dengan kepentingan tersebut, RR tak merasa kecewa. Sebab alasan dirinya masuk ke dalam pemerintahan bukan semata-mata atas hasrat untuk menduduki jabatan, melainkan demi kepentingan rakyat.

"RR malah happy-happy aja (dipecat)," demikian RR.(RMOL)

loading...