logo
×

Rabu, 10 Maret 2021

DPP Demokrat Bantah Tudingan Tarik Uang Setoran Dari DPC, Herzaky: Itu Fitnah Gaya Feodal!

DPP Demokrat Bantah Tudingan Tarik Uang Setoran Dari DPC, Herzaky: Itu Fitnah Gaya Feodal!

DEMOKRASI.CO.ID - Tudingan eks kader Partai Demokrat, Darmizal, yang menyatakan ada penarikan uang setoran dari DPC ke DPP melalui aturan di dalam Ad/ART dibantah.

Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra menegaskan, pihaknya tidak sama sekali membuat aturan tersebut. Sehingga, tudingan itu tegasnya jelas mengada-ada.

"Jangan mengada-ada. DPP di bawah AHY tidak pernah mengeluarkan aturan setoran DPD-DPC. Itu (hanya) nyanyian sumbang mantan kader yang sudah dipecat," ujar Herzaky dalam keterangan tertulisnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (10/3).

Justru, lanjut Herzaky, DPP Partai Demokrat yang dipimpin Ketua Umum Agus Ahrimurthi Yudhoyono membangun semangat solidaritas sosial di setiap tingkatan pengurus.

"Agar para kader di berbagai tingkatan secara swadaya membantu masyarakat terdampak pandemi dan bencana di sekeliling mereka," tuturnya.

Melalui kepemimpinan sosok yang kerap disapa AHY itu, Herzaky memastikan, kader-kader yang setia dan militan membantu Partai Demokrat membangun partai yang didirikan tahun 2001 ini.

"Kader-kader setia dan militan sangat bersemangat dengan gaya kepemimpinan AHY ini di Partai Demokrat. Memberikan kebanggaan dan gairah baru bagi organisasi. Menekankan kalau Demokrat berkoalisi dengan rakyat itu nyata," tuturnya.

Maka dari itu, Herzaky menegaskan bahwa apa yang disampaikan Darmizal dalam jumpa pers pantia kegiatan yang diklaim sebagai Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Deliserdang Sumatera Utara, tidak sesuai kenyataan.

"Memang mantan-mantan kader yang hidup di era feodal, biasanya kalau melakukan apa-apa, mesti dikasih sesuatu dulu baru bergerak. Pola yang sama bisa kita lihat di kegiatan politik dagelan yang mereka buat di Deliserdang," ucap Herzaky.

"Makanya pada buat fitnah terus terhadap kepemimpinan AHY, karena masih beda dengan gaya feodal," tandasnya.(RMOL)