logo
×

Minggu, 13 Februari 2022

Cari Pengawal untuk Presiden, Jenderal Kopassus: Jangan Kasih Orang Batak karena Soeharto Jawa!

Cari Pengawal untuk Presiden, Jenderal Kopassus: Jangan Kasih Orang Batak karena Soeharto Jawa!

DEMOKRASI.CO.ID - Tokoh Militer berpengaruh pada era orde baru, Jenderal LB Moerdani pernah meminta Komandan Kopassandha (kini Kopassus) Brigjen Sintong Pandjaitan mencari pengawal untuk Presiden Soeharto di tahun 1986.

Saat itu, Perwira yang nantinya akan menjadi pengawal Soeharto itu akan menduduki jabatan Komandan Satuan Pengamanan di bawah Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).

“Tong, cobalah kau carikan pamen untuk pengawal Soeharto,” ucap Moerdani, dikutip melalui iNews, pada Minggu 13 Februari 2022.

“Jangan kau kasih orang Batak. Soeharto itu orang Jawa. Maka orangnya (perwira) itu yang bisa melayani,” lanjut Moerdani sembari berkelakar dalam buku Perjalanan Seorang Prajurit Komando.

Sintong yang diperintah Benny selaku Panglima ABRI saat itu menyebut nama AKABRI angkatan 70 yang berasal dari Jawa. “Mungkin Subagyo HS, Muchdi PR, atau Kirbiantoro,” ucap Sintong.

“Apa Subagyo saja ya,” kata Moerdani yang sudah mengenal lingkaran Istana.

Sintong juga bernada yang sama. Pasalnya Subagyo sudah pernah bertugas di Paspampres.

“Nah kalau begitu Subagyo saja,” ucap Moerdani yang merupakan lulusan Kopassandha.

Akhirnya Subagyo dipilih menjadi Dansatpam. Kariernya pun langsung meroket di dunia militer. Dia mendapatkan kenaikan pangkat Brigjen pada usia 48 tahun, sehingga menjadi perwira tinggi pertama di antara alumni AKABRI angkatan 70.

Tak lama, dia juga langsung menjadi Komandan Kopassus. Kemudian Pangdam Diponegoro, Wakil KSAD serta KSAD.

“Kalau Subagyo HS tidak saya tugaskan menjadi Dansatpam, saya yakin benar kariernya tidak akan melaju secepat itu,” kata Sintong. [terkini]

Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: