logo
×

Senin, 14 Februari 2022

PSI Penuh Curiga Soal Penyelenggaraan Formula E, Geisz Chalifah Beri Cuitan Menohok: Otak Dikitnya…

PSI Penuh Curiga Soal Penyelenggaraan Formula E, Geisz Chalifah Beri Cuitan Menohok: Otak Dikitnya…

DEMOKRASI.CO.ID - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta khususnya berkaitan dengan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan sangat sulit dipisahkan.

“Nyanyian” Ketua Umum PSI, Giring Ganesha, di hadapan Jokowi yang beberapa waktu lalu buat heboh, sidak mendadak Giring ke lokasi Formula E sampai “disambut” kambing dan kakinya masuk ke lumpur, adalah di antara segelintir penegasan sikap PSI kepada Anies Baswedan.

Yang terbaru, PSI kembali menyinggung soal penyelenggaraan Formula E. Politikus PSI, Anggara Wicitra Sastroamidjojo mencurigai banyak hal terkait Formula E, salah satunya bahwa PNS DKI Jakarta bakal dipaksa untuk membeli tiket balapan mobil listrik tersebut.

"Jangan-jangan nanti (biaya pembuatan sirkuit) ditalangi oleh pinjaman Bank DKI, dan disponsori oleh seluruh BUMD. Lalu yang disuruh membeli tiket seluruh PNS dan karyawan BUMD DKI Jakarta. Semuanya mau di-setting," ujar Anggara dalam keterangannya sebagaimana dikutip dari laman tempo.co, (13/2/2022).

Menanggapi sikap kader PSI tersebut, Geisz Chalifah, seorang aktivis, budayawan, dan juga salah satu komisaris di Ancol ikut bersuara.

Lewat cuitan di akun twitternya, sosok yang kerap pasang badan untuk melawan balik lewat gagasan ataupun pandangannya terhadap pihak yang “menyerang” Anies Baswedan ini menganggap bahwa kehadiran PSI “dibutuhkan”. Tetapi tentu ini adalah bentuk sindiran tajam Geisz kepada PSI.

“Yang gue suka dari mereka: Otak Dikitnya selalu dipamerin ke publik,” cuit Geisz dalam akun Twitter pribadi sebagaimana dikutip di Jakarta, Minggu (13/2/22).

Geisz bahkan mengajak berandai-andai apa jadinya jika DKI Jakarta tidak ada kehadiran PSI di dalamnya.

Dia bahkan menyebut jika PSI tidak ada, maka masyarakat tidak bisa mendapat hiburan yang dia narasikan sebagai “lawakan”.

“Lu kebayang bila jakarta ga ada PSI? Mau dapat lawakan gratis di mana?” tambah Geisz dalam cuitannya.

Geisz pun menambahkan bahwa apa yang dilakukan PSI tanpa kenal lelah khususnya dalam “menyerang” Pemprov DKI-Anies Baswedan adalah sebuah hiburan tersendiri.

“Mereka sekumpulan kaum OD yg ga pernah lelah menghibur dgn kedongoan yg tanpa pamrih”, tambah Geisz.

 [wartaekonomi]

Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: