logo
×

Minggu, 27 Maret 2022

Cerita Sarapan Bareng Luhut Pandjaitan Masih Berlanjut, Penundaan Pemilu bakal Disetujui dan Puan Maharani Berkhianat?

Cerita Sarapan Bareng Luhut Pandjaitan Masih Berlanjut, Penundaan Pemilu bakal Disetujui dan Puan Maharani Berkhianat?

DEMOKRASI.CO.ID -  Menko Marves RI Luhut Binsar Pandjaitan dan Ketua DPP PDIP Puan Maharani ketahuan media sedang sarapan pagi di Bali, Kamis, 24 Maret 2022.

Publik menilai, pertemuan Luhut-Puan merupakan hal yang tak sekadarnya.

Apalagi, terendus kabar Puan Maharani akan dijadikan Wapres menyingkirkan Ma’ruf Amin. Dan hal itu harus dibarter dengan sikap PDIP terhadap penundaan Pemilu 2024.

Kedua sosok penting penentu nasib Pemilu 2024 ini sama-sama memberikan ketegasan dan kejelasannya.

Pertama, Puan telah menyatakan komitmennya untuk tetap patuh pada konstitusi, yakni tetap menyelenggarakan Pemilu 2024 sebagaimana seharusnya.

Dalam redaksi artikel ‘Terendus, Puan Maharani Gantikan Wapres Ma’ruf Amin, Bertemu Luhut Pandjaitan di Bali, Pemilu 2024 Jadi Ditunda?‘ yang diterbitkan Terkini.id, Puan telah tegas menyatakan keteguhan PDIP.

Puan mengatakan jabatan Wapres tetap diemban oleh Ma’ruf Amin hingga akhir periode di tahun 2024. Artinya, tidak akan digantikan olehnya.

Ditegaskannya juga, bahwa sikap PDIP sudah jelas tak akan memberi jalan amendemen UUD 1945 yang berisiko golnya penundaan Pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan Presiden Jokowi.

“Untuk bangsa dan negara, konsensus itu tidak bisa kemudian dibarter begitu saja karena ini beda sekali urusan masa depan bangsa plus untuk satunya lagi penundaan kekuasaan,” terang Puan seperti dalam artikel Terkini.id yang terbit Sabtu, 26 Maret 2022.

Kedua, Luhut Pandjaitan melalui anak buahnya telah menjelaskan bahwa pertemuan antaranya dengan Puan Maharani adalah hal yang kebetulan dan biasa saja.

“Ketemu kebetulan makan pagi di St Regus, Bali,” kata juru bicara Menko Marves Jodi Mahardika, masih dalam kutipan artikel yang sama.

Dalam momen sarapan itu Puan Maharani juga ditemani sang suami, Hapsoro Sukmonohadi. Puan dalam agenda IPU ke-144 yang diselenggarakan di Bali.

Ketika itu juga, agenda Luhut akan berkegiatan di Bali menjelang Presiden Jokowi meninjau GWK Cultural Park untuk KTT G20.

Namun, Jodi memastikan sarapan kedua tokoh itu tidak terkait dengan perpanjangan masa jabatan Presiden dan penundaan Pemilu 2024.

Publik telah melihat Puan pasang badan

Momen sarapan Luhut-Puan dinilai tak sesederhana seperti yang dijelaskan jubir Menko Marves.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai pertemuan mereka tentunya membahas isu-isu terkini. Apalagi hal itu dilakukan setelah Puan Maharani membuat pernyataan tegas terkait penundaan Pemilu 2024.

“Tapi publik menduga ada pembicaraan spesial soal pernyataan Puan terkait dugaan orang sekitar Jokowi yang coba pengaruhi penundaan Pemilu 2024. Karena pernyataan Puan tentunya ‘menyudutkan’ LBP yang dalam hal agresif mengumpulkan argumen pentingnya penundaan pemilu,” kata Adi seperti ditulis Detikcom, Sabtu, 26 Maret 2022.

Posisi strategis yang dijabat Puan Maharani, yakni sebagai Ketua DPR RI dan Ketua DPP PDIP akan menjadi penentu nasib Pemilu 2024. Sehingga, ada kekhawatiran bahwa Puan dan PDIP akan putar arah kembali untuk menarik pernyataannya yang telah terekam publik.

“Publik lihat Puan pasang badan nolak penundaan 2024. Itu artinya isu penundaan bakal tamat karena ditolak orang penting di negara ini. Setidaknya dilihat dari pernyataan Puan yang konsisten tak beri ruang penundaan pemilu,” sambung Adi.

Tentu pada akhirnya, masyarakat yang tak terhitung dalam Big Data Luhut Pandjaitan yang setuju tunda Pemilu 2024 menaruh harapan bahwa anak dari Ketum PDIP Megawati itu teguh akan sikapnya dan tidak mengkhianati publik.

Sebab publik telah merekam dan mencatat baik-baik pernyataan Puan Maharani yang konsisten untuk tidak tunda Pemilu 2024. [terkini]

Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: