logo
×

Jumat, 25 Maret 2022

Luhut Panjaitan Sebut Belanja Rp400 Triliun Produk Dalam Negeri Bisa Angkat Pertumbuhan Ekonomi hingga 1,7 Persen

Luhut Panjaitan Sebut Belanja Rp400 Triliun Produk Dalam Negeri Bisa Angkat Pertumbuhan Ekonomi hingga 1,7 Persen

DEMOKRASI.CO.ID - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mendorong pemerintah daerah, BUMN, kementerian, dan lembaga untuk mengedepankan belanja barang dan jasa dari dalam negeri.

Dia menargetkan belanja barang dan jasa itu mencapai Rp 400 triliun. Hal itu disampaikan Luhut saat memberikan arahan dalam agenda pengarahan kepada para menteri, kepala lembaga, kepala daerah, dan BUMN tentang Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia di Bali, Jumat (25/3). Hadir juga Presiden Joko Widodo (Jokowi).”Kami membangun ekonomi di bawah lebih banyak lagi dengan bangga buatan Indonesia. Aksi afirmasi belanja produk dalam negeri atau PDN merupakan wujud nyata mendahulukan kepentingan domestik, sekaligus upaya untuk mengurangi belanja impor. Ini merupakan kerja sama yang dilakukan 34 kementerian atau lembaga, 512 Pemda atau BUMN,” kata Luhut.

Luhut menerangkan pihaknya sudah menggelar kegiatan bussines matching, wadah pertemuan UMKMdengan pemda, kementerian/lembaga, dan BUMN, selama tiga hari di Bali. Dia menerangkan kegiatan ini akan dilanjutkan di Jakarta pada April 2022 mendatang.

“Belanja pemerintah untuk PDN pada 2022 ditarget Rp 400 triliun dan tadi kami lapor pada Bapak (Presiden), kalau bisa kami tetap ditingkatkan mungkin bisa sampai Rp 500 triliun pada April nanti,” jelas dia.

Dia mengharapkan pada 31 Mei nanti, apabila target itu bisa direalisasikan, maka angka pertumbuhan ekonomi bisa terlihat pada tahun ini. Dia meyakini berdasarkan proyeksi Badan Pusat Statistik (BPS), belanja Rp 400 triliun saja untuk produk dalam negeri, bisa mengangkat pertumbuhan sampai 1,7 persen.

“Akan menciptakan hampir dua juta lapangan kerja, untuk tambah di negeri ini. Aksi ini juga dinilai mampu menciptakan permintaan PDN, memperkuat suplai melalui peningkatan kapasitas, pengembangan industri dan investasi baru, serta mengembangkan government marketplace sebagai pasar utama,” jelas Luhut. (jpnn/fajar)

Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News:
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.