logo
×

Jumat, 25 Maret 2022

Sindir Kitab Kristen, Ustadz Mantan Pastor: Kita Diajarkan Seperti Binatang

Sindir Kitab Kristen, Ustadz Mantan Pastor: Kita Diajarkan Seperti Binatang

DEMOKRASI.CO.ID - Pendakwah mualaf yang juga mantan pastor lulusan Vatikan, Ustadz Ali Mustafa menyebut bahwa dalam kitab Kristen yakni Injil manusia diajarkan berlaku seperti binatang.

Hal terkait kitab Kristen mengajarkan manusia berlaku seperti binatang itu disampaikan ustadz mantan pastor tersebut lewat videonya yang tayang di kanal YouTube Didit Yuli, seperti dilihat pada Jumat 25 Maret 2022.

Dalam video berjudul ‘Mantan Pastor Lulusan Vatican (Ust. Ali Mustafa) Ngibul Tingkat Dewa’ itu, awalnya Ustadz Ali Mustafa menceritakan bahwa di tahun 2015 silam dirinya pernah berdebat dengan murtadin Saifudin Ibrahim.

“September 2015, saya pernah adu debat dengan seorang mantan Islam murtadin, Saifudin Ibrahim namanya. Itu diadakan resmi di Masjid Al-Markaz Makassar,” ujar Ali Mustafa.

Saat berdebat itu, ia meminta kepada Saifudin Ibrahim untuk membuka surah Yesemiah dan Roma yang termaktub dalam kitab umat Kristen Katolik yakni Injil.

“Jadi saya bilang coba anda buka Surah Yesemiah pasal 21 ayat 3, Surah Roma pasal 3 ayat 2, tolong anda bacakan,” tuturnya.

Saifudin Ibrahim pun, kata Ali, kemudian membacakan kepadanya isi Surah Roma pasal 3 ayat 2 tentang hukum haram pernikahan.

“Dari Surah Roma ini dia baca, ‘Ketika kau pelayan-pelayan dan tangan-tangan Tuhan haram bagimu untuk melaksanakan pernikahan, jika kau menikah maka kurang tanggung jawabmu melayani Tuhanmu’,” kata Ustadz Ali.

Selanjutnya, Ali Mustafa meminta Saifudin Ibrahim untuk membaca isi Surah Yesemiah pasal 21 ayat 3 terkait kebebasan umat Kristen berhubungan intim tanpa ikatan pernikahan.

“Coba Yesemiah anda baca, ‘Ketika anugrah nikmat Tuhan itu datang padamu maka gunakanlah anugrah itu sebaik-baiknya, meskipun kau berhubungan intim antara laki-laki dan wanita dengan tidak diikatkan dengan tali pernikahan namun didasari suka sama suka,” ucap Ali.

Menurut ustadz mantan pastor ini, kedua ayat yang tertuang dalam kitab Injil tersebut mengajarkan umat Kristen berlaku seperti binatang.

“Dengan dua ayat ini, apakah kita diajarkan sifat manusia atau sifat binatang? Sifat binatang. Kenapa? Kita tidak melalui tali pernikahan dan bebas (berhubungan intim). Hewan juga melakukan dengan bebas tanpa merugikan orang lain,” ujarnya. [terkini]

Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News:
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.