![]() |
| Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama |
NBCIndonesia.com - Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) telah menyiapkan sejumlah langkah bila dirinya tidak terpilih lagi menjadi Gubernur pada Pemilihan Gubernur DKI 2017 mendatang. Salah satu persiapannya adalah dengan terbang ke Singapura. Tapi, bukan berarti Ahok akan kabur ke Singapura bila kalah dalam perebutan kursi orang nomor satu di DKI itu.
"Saya sudah hitung kalau saya enggak terpilih lagi bagaimana. Proyek (pembangunan) ini semua mungkin bisa selesai sampai 2024," ujar Ahok saat beraudiensi dengan WNI yang bermukim di Singapura.
Audiensi tersebut direkam ke video berdurasi hampir delapan menit dan diunggah akun Pemprov DKI-Basuki TP (Ahok).
Ahok menyatakan, sejatinya Pemprov DKI Jakarta bisa bergerak cepat untuk menyelesaikan pembangunan sampai akhir masa jabatannya berakhir pada Oktober 2017.
Namun, sambung Ahok, sangat disayangkan, karena Ahok terganjal aturan yang menyebutkan pembangunan menggunakan APBD DKI tidak dapat digunakan secara multiyears.
"Nah pertanyaannya kalau saya selesai di 2017 bagaimana? Disitu lah saya minta professional di Singapura bisa menggandeng Temasek atau IDB (Islamic Development Bank) membuat sebuah asset manajemen company," terang Ahok.
Manajemen itu, sambung Gubernur, ke depannya akan dilebur bersama Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI. Termasuk holding-holding lain seperti Port of Rotterdam dan Port of Singapore.
"Dengan begitu saya kira waktu saya meninggalkan kantor pun karena tidak terpilih lagi di Oktober 2017 dan Gubernur baru masuk mereka (BUMD) sudah go public dan sudah ada strategic partner. Jadi orang sudah enggak bisa ganggu," ungkapnya.
Jika saja Gubernur Jakarta yang baru nantinya tidak mau membeli atau mengurusi proyek yang sudah dibiayai tadi, kata Ahok, tidak perlu dikhawatirkan.
Sebab soal rencananya ini sudah dikondisikan semua dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). "Kita masih punya Pak Presiden sampai 2019. Maka proyek-proyek infrastruktur yang kira-kira harus dimiliki pemerintah akan dibeli dengan APBN," jelas mantan Bupati Belitung Timur itu.
Reporter : Oki
Sumber : Rimanews


