logo
×

Kamis, 22 Oktober 2015

Walhi Pertanyakan Peran Puan Sebagai Menko PMK Terkait Kebakaran Hutan

Walhi Pertanyakan Peran Puan Sebagai Menko PMK Terkait Kebakaran Hutan
Puan Maharani. TEMPO/Imam Sukamto
NBCIndonesia.com - LSM Wahana Lingkungan Hidup ( Walhi) mendesak Menko Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani mau terjun langsung dalam mengatasi kebakaran hutan yang terjadi. Apalagi, Kementerian PMK merupakan koordinator dari Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, sehingga upaya yang dilakukan Kementerian PMK harus lebih nyata dibanding jajarannya.

"Ke mana Menko PMK, selama ini media fokus bertanya perkembangan kasus ke Menko Polhukam dan TNI. Padahal Kementerian LHK kan ada di bawah Kementerian PMK," kata Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup ( Walhi) Abetnego Tarigan saat menjadi pembicara diskusi kebakaran hutan di Jakarta, Rabu (21/10).

Walhi mempertanyakan minimnya koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah. "Koordinasi masih jadi penyakit di negara kita. Seharusnya pemerintah daerah juga antisipasi. Jangan setelah sudah parah lalu menyalahkan pemerintah pusat," lanjutnya.

Dia meyakini jika koordinasi dilakukan dan pemerintah cepat memadamkan titik api, masalah kebakaran ini akan cepat selesai.

Hingga kini, sudah tiga bulan lebih kebakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan belum berhasil diatasi. Selain korban warga yang menderita sakit hingga meninggal, dampak ekonomi juga cukup besar yang jumlahnya mencapai triliunan rupiah.

"Selama tiga bulan ini, dampak ekonomi akibat kebakaran Riau merugi Rp 30 triliun, yang merupakan 3 kali lipat dari APBD Riau," kata

Dia menjelaskan, kebakaran hutan terus terjadi setiap tahun selama 18 tahun terakhir. Selama ini, pembangunan yang dilakukan pemerintah tidak memperhatikan lingkungan. "Sangat disayangkan ini semua karena pembangunan tanpa memperhatikan alam, tentunya cost recovery-nya lebih besar," pungkasnya.

Reporter : Diaz Abraham
Sumber   : Merdeka
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: