logo
×

Minggu, 22 November 2015

Dua Orang ini Kaya Raya dari Ide Paling Bodoh Sedunia

Dua Orang ini Kaya Raya dari Ide Paling Bodoh Sedunia
Alan Whitman dan Andrew Masters. 
NBCIndonesia.com - Dua pria dalam foto di atas adalah Alan Whitman dan Andrew Masters.
Mereka memang bukan sosok yang populer, tapi mereka sangat kaya, berkat ide paling bodoh dan menjijikkan di dunia.

Tahukah anda apa yang mereka lakukan untuk kaya? Mereka menjual 'parfum'.

Nah, bila parfum umumnya berbau wangi, tapi parfum prodyuksi mereka sebaliknya.

Mereka menjual semprotan dengan cairan bau kentut dan kotoran manusia.

Siapa sangka, semprotan bermerk 'Liquid Ass' ini laris manis.

Tentu saja bukan buat disemprotkan ke badan sebagaimana parfum, tapi semprotan ini banyak dibeli orang untuk menyerang dan mengerjai orang lain.

Usaha ini bermula ketika Whitman masih sekolah.

Ayah dan ibu Whitman memberikannya peralatan kimia. Suatu ketika, Whitman bermasalah dengan guru bahasa Inggris.

Dari peralatan kimia ini, Whitman lalu membuat cairan berbau busuk, termasuk diantaranya bau bangkai.

Cairan ini digunakannya untuk mengerjai sang guru.

Sampai sini, Whitman belum punya pikiran untuk memproduksi apalagi menjual cairan ini.

Tapi, sekitar tahun 2005, Whitman bermasalah di tempatnya bekerja.

Ia sering dimarahi dan dimusuhi oleh bosnya.

Teringat dengan permusuhannya dengan gurunya, Whitman kemudian kembali membuat cairan bau itu.

Ia lalu menyemprotkannya di microwave, dan menyalakan microwave itu.

"Saya ingat, setelah microwave itu menyala, kantor saya terserang bau busuk selama seminggu penuh," kata Whitman.

Whitman kemudian memutuskan untuk keluar dari tempatnya bekerja.

Ia kemudian menggandeng Andrew Masters, memproduksi cairan ini.

Masing-masing istri dari orang ini awalnya hanya berpikir bahwa mereka gila.

Siapa sangka, cairan bau ini meledak di pasaran, hingga keduanya saat ini kaya raya!(tns)
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: