![]() |
| Joko Widodo (kiri) bersama Aburizal Bakrie, beri keterangan kepada awak media usai pertemuan tertutup empat mata, di Restoran Kuntskring paleijs, Jakarta, 14 Oktober 2014. TEMPO/Imam Sukamto |
"Pak JK sendiri masih mengaku sebagai kader Golkar, dia mantan ketua umum kita. Pak Luhut itu wakil ketua dewan pertimbangan partai Golkar di kepemimpinan Pak Aburizal Bakrie," kata Mahyudin di Kompleks Parlemen DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (4/11).
Wakil Ketua MPR ini menyatakan bahwa ada kader Golkar di pemerintahan. Hal itu terjadi meskipun Golkar tak mengusungnya.
"Jadi Golkar walau pun tidak bergabung di pemerintahan, hebatnya Golkar ada saja kader Golkar perorangan yang ada di pemerintahan. Walaupun kita tidak mengusung menteri secara langsung, tapi ada kader Golkar di pemerintahan," tuturnya.
Akan tetapi menurut Mahyudin, kehadiran Luhut dan JK di Silatnas membawa pengaruh tersendiri bagi partainya. Dia berharap agar Aburizal Bakrie dan Agung Laksono segera berdamai.
"Minimal mereka memberi semangat untuk bersatu. Mudah-mudahan saya kira ARB dan Agung sudah ngantor di DPP, walaupun belum ketemu, katanya selisih-selisih lagi. Mudah-mudahan bisa bertemu, bisa berundinglah mereka tentang apa yang terbaik untuk partai ini," jelasnya.(mdk)


