![]() |
| Meriau (kanan) didampingi Kopka Inf Husni Thamrin (enam dari kanan) |
Apalagi Presiden langsung menjawab curhat dirinya.
Itulah pengakuan keduanya kepada Tribun, Selasa (3/11). Meriau mengaku, dirinya bersama tiga warga SAD ngobrol dengan Presiden sembari jongkok selama sejam. Obrolan berjalan santai. Dia mengaku curhat ke Presiden sejumlah persoalan. Setelah itu, dia mengaku tidak bertemu dengan Presiden lagi, di lokasi berbeda.
"Pia do (tidak ada). Ake (saya) sumpah tidak ado ketemu lagi. Sudah itu kami cuma di sinilah," tegas Meriau saat Tribun menemuinya, kemarin.
Meriau, Pemimpin SAD di Bukit Suban memimpin 43 jiwa SAD yang tergabung dalam 9 kepala keluarga. Foto dirinya berdialog dengan Presiden dekat tenda sembari berjongkok menjadi foto utama sejumlah media nasional.
Bahkan, belakangan sempat memantik kontroversi di sejumlah media sosial. Terkait tudingan di media sosial, dia membantahnya. Tak hanya Meriu, Nyerak juga memperkuat bantahannya. Dia menegaskan, tidak ada pertemuan lain kelompoknya dengan Presiden, selain pertemuan di dekat tenda itu.
"Usai ngomong kurang lebih satu jam dengan presiden. Dak ado dak lagi orang siko naik ke sana." terangnya. Saat Presiden bergerak menemui warga SAD di Permukiman Kemensos, dia mengaku tetap di lokasi awal. Dirinya setelah bertemu Presiden langsung membagikan sembako ke warganya. "Awak di sikolah. Bagi bagi sembako," ujarnya.(tnj)


