logo
×

Jumat, 27 November 2015

Soal "Larangan" Sholat Jum’at, KBRI AS Tuding Islam Bagian dari Teroris?

Soal "Larangan" Sholat Jum’at, KBRI AS Tuding Islam Bagian dari Teroris?
KBRI Washington
NBCIndonesia.com - Penghentian penggunaan gedung Kedutaan Besar RI (KBRI) di Washington untuk ibadah sholat Jum’at dengan alasan keamanan, secara tidak langsung bisa dikatakan menuding Islam bagian dari teroris.

Penegasan itu disampaikan pemikir Islam Muhammad Ibnu Masduki dalam pernyataannya kepada intelijen (26/11). “Sholat Jumat itu identik dengan Islam, dan kalau KBRI di Washington kantornya sudah tidak untuk shalat Jumat, secara tidak langsung menuding Islam bagian dari teroris. Dari keterangan KBRI alasan keamanan,” kata Ibnu Masduki.

Kata Ibnu, penggunaan KBRI di Washington untuk Shalat Jumat bisa mengenalkan Indonesia pada dunia internasional. “Sarana Shalat Jumat bisa digunakan untuk memperkenalkan Islam di Indonesia. Kalau sudah tidak dipakai lagi shalat Jumat lagi, sebuah kerugiaan besar,” jelas Ibnu Masduki.

Ibnu Masduki mensinyalir, larangan sholat di KBRI Washington terkait dengan permintaan otoritas Amerika Serikat sendiri. “Kalau benar atas permintaan AS, itu sebuah kebodohan. Padahal Shalat Jumat merupakan sarana diplomasi. Setelah peristiwa 11 September saja tidak ada larangan shalat Jumat di KBRI seperti sekarang ini,” papar Ibnu Masduki.

Kedutaan Besar Indonesia di Washington DC Amerika Serikat (AS) tidak digunakan lagi untuk shalat jumat. Surat pemberitahuan tertanggal 20 November 2015 yang diunggah di media sosial. Pihak KBRI tidak menggunakan Kedubes untuk shalat Jumat dengan alasan menjaga keamanan.

“Kedutaan tidak akan lagi menyelenggarakan shalat Jumat bagi seluruh jemaah, saudara-saudari Muslim di Kedutaan. Hari ini adalah hari terakhir Kedutaan mengadakan dan membuka akses bagi saudara-saudari Muslim untuk shalat Jumat,” demikian pengumuman pihak KBRI.

Terkait hal itu, Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Orsat New York, Shamsi Ali mengklarifikasi pemberitaan tentang penghentian pelaksanaan Shalat Jumat di Gedung Kedutaan Besar Republik Indonesia di Silver Spring distrik Maryland, Washington DC.

“Media di Indonesia, yang melabelkan diri sebagai media Islam, kembali menyebarkan berita yang tidak benar. Perihal penutupan sholat Jumat untuk masyarakat umum di KBRI DC,” ujar Shamsi Ali yang juga imam di Islamic Center, New York, seperti dikutip situs resmi ICMI.(itl)
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: