![]() |
| Nachrowi Ramli |
"Intinya kontrak harus ditinjau ulang. Pikir kan dong untuk keuntungan bangsa Indonesia. Di sana ada rakyat Papua. Kesejahteraan rakyatnya harus juga diperhatikan, jangan asal perpanjang saja," jelasnya usai menghadiri pembukaan pabrik mesin sandi di kawasan industri Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang Selatan, Senin (21/12).
Adapun, soal isu pertemuan keluarga JK dengan Chairman of The Board Freeport McMoran Inc James R. Moffet sewaktu berkunjung ke Indonesia beberapa lalu, dia berharap harus segera dibuktikan. Pasalnya, sampai hari ini hal itu masih baru sekadar isu.
"Tapi intinya kita sayangkan intervensi persoalan pribadi ke persoalan bisnis yang menyangkut negara. Ketika dia penyelenggara negara harusnya pikirkan untuk rakyat. Saya ingatkan urus negara jangan sampai ada kepentingan pribadi," tegas Nara, begitu dia disapa.
Sebagaimana diketahui, pada 9 Desember lalu, Wapres JK mengindikasikan persetujuan pemerintah untuk tetap memperpanjang kontrak perusahaan asal Amerika Serikat tersebut. Kata JK, pemerintah selalu menginginkan adanya peningkatan investasi langsung dari asing. Apalagi selama ini, Presiden Joko Widodo dan para menteri sengaja ke luar negeri untuk mengundang para investor asing untuk menanamkan modal di Indonesia.
"Kalau undang investasi dari luar, tentu investasi yang sudah ada kita jaga kelangsungannya. Kalau tidak dijaga, bagaimana bisa undang investasi lain," terang JK.
Adapun, soal isu pertemuan keluarga JK yang dimaksud adalah keponakannya bernama Erwin Aksa dan adik ipar bernama Aksa Mahmud dengan petinggi Freeport di saat isu perpanjangan kontrak telah memanas. Pertemuan itu dikabarkan berlangsung di kantor Bosowa yang di lantai 10 gedung Menara Karya, Jakarta.(rmol)


