![]() |
| Jokowi-JK |
Perpanjangan kontrak karya PT Freeport pun telah memakan korban. Ketua DPR Setya Novanto mundur dari jabatannya lantaran diduga melanggar etik meminta saham perusahaan asal Amerika Serikat itu.
Bahkan, CEO Freeport Mc Moran, James Moffet atau Jim Bob harus menanggalkan posisinya karena belum jelasnya perpanjangan kontrak Freeport.
Jika kita ingat dalam debat calon presiden terakhir menjelang Pilpres 2014 lalu, Joko Widodo (Jokowi) maupun Jusuf Kalla (JK) pernah berjanji akan melakukan investigasi terkait berbagai perpanjangan kontrak perusahaan-perusahaan tambang.
Menjawab pertanyaan Capres Hatta Radjasa, Jusuf Kalla yang masih menjadi cawapres berpasangan dengan capres Jokowi menegaskan bahwa dirinya sangat setuju agar dilakukan investigasi masalah perusahaan tambang terutama Freeport dan Newmont.
“Saya bahkan sangat setuju untuk dibikin investigasi, coba lihat saja siapa yang pernah punya saham Freeport. Kemana saham Newmont itu siapa yang dapat, saya setuju untuk investigasi seperti itu. Saham Newmont saja yang seharusnya diberikan kepada BUMD, ternyata yang mendapatkanya sebuah perusahaan swasta yang kita tahu siapa,”ujar JK saat itu sambil menyindir.
Sementara Jokowi dalam debat itu menegaskan perlunya investigasi tempat-tempat yang berkaitan dengan tambang, karena menurutnya banyak kelompok kepentingan di situ.
”Sebetulnya semua orang sudah ngerti siapa yang dapat. Kita punya niat dan kemauan untuk melakukan itu. Kalau hanya renegosiasi bisa melakukan itu, tapi kalau kelompok kepentingan itu masih ada dan itu mengatur, dan sampai kapanpun gerakan seperti ini masih ada. Oleh sebab itu bahwa kerja sama kami koalisi kami tanpa syarat, kami tidak ingin tersandera dan tidak ingin terbebani dengan kontrak-kontrak bermasalah yang tadi disebutkan,” tandasnya.
Akankan Jokowi berani mempunyai sikap tegas terhadap keberadaan PT Freeport, terlebih terkait perpanjangan kontrak karya perusahaan tersebut yang akan berakhir tahun 2021 mendatang, kita tunggu saja.(ts)


