![]() |
| Tommy Soeharto |
Ketua Umum Ormas Parsindo (Partai Swara Rakyat Indonesia), HM. Jusuf Rizal, kemarin, mengatakan, partai yang ada saat ini tidak mempersiapkan kader secara baik untuk suksesi kepemimpunan. "Hampir semua partai mengalami kekosongan pemimpin di lapis kedua. Untuk itu Parsindo mengusung Tommy Soeharto sebagai salah satu figur Capres 2019,” katanya.
Menurutnya, di tahun 2019 bakal terjadi kekosongan kepemimpunan. Untuk itu Tommy Soeharto disiapkan. Menurut Rizal, pada 2019 nanti partai politik akan mengalami kekosongan kepemimpinan lapis kedua. Partai Demokrat setelah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) belum ada yang kuat. Begitu juga di Gerindra pasca Prabowo Subianto. Golkar setelah Aburizal Bakrie. Hanura setelah Wiranto dan Nadem setelah Suryo Paloh. Begitu juga partai2 lain seperti PKS, PKB, PAN, PPP, dll. Ada krisis kepemimpinan.
Partai PDI Perjuangan, menurut Jusuf Rizal yang mantan Direktur Blora Center (Tim Relawan SBY-JK) akan tetap mesra dengan Jokowi dengan kadernya seperti Puan Maharani, Ganjar Pranowo, Tjahyo Kumolo dan Pramono Anung. Jika penerintahan Jokowi-JK bertahan kemungkinan PDIP akan tetap mengusung Jokowi berpasangan dengan kader internal partai.
Melihat realitas politik tersebut, Parsindo kemudian dengan jaringan LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) yang ada di 34 Propinsi dan 470 Kabupaten /Kota akan mengusung Tommy Soeharto untuk Capres 2019. Suksesi kepemimpinan Indonesia perlu dipersiapkan sejak dini untuk memperoleh dukungan rakyat secara transparan.
“Tommy Soeharto menurut kami memiliki figur dan kemampuan dalam memimpin Indonesia. Ia memiliki sejumlah prasyarat yang dibutuhkan bangsa Indonesia saat ini. Punya nasionalisme, visioner, muda, tegas, mapan, berani, peduli dan merakyat. Dengan didukung jaringan loyalis HM. Soeharto beliau pasti memiliki dukungan politik yang besar,” tegas Jusuf.(ts)


