
NBCIndonesia.com - Hujan lebat yang terjadi sejak Senin sore hingga Selasa, 22 Maret 2016 pagi, menyebabkan seorang warga Kota Padang meninggal dunia dan satu balita hilang diseret arus sungai di Kota Padang.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-PK) Kota Padang, Dedi Henidal mengatakan, korban meninggal bernama Rusdiyanto yang tinggal di Kecamatan Koto Tangah.
Dia hanyut sekitar pukul 04.00 WIB dinihari setelah jatuh saat meniti sebuah jembatan yang rusak yang ada di tempat tinggalnya. "Korban ditemukan terhempas di bibir pantai dalam keadaan meninggal dunia," kata Dedi Henidal kepada wartawan, Selasa.
Sementara korban hilang, lanjut Dedi, merupakan balita yang tinggal di Kecamatan Padang Timur bernama Gito (3). "Dia hilang dari pukul 07.00 WIB akibat terseret arus," ujarnya.
Mantan Kasat Pol PP Padang itu menuturkan bahwa kejadian yang menimpa Gito, berawal saat dia keluar rumah. Setiba di luar rumah, dia pun menuju ke jalan.
Belum sampai ke jalan, dia pun jatuh selokan yang airnya telah meluber. "Sepertinya Gito tidak menyadari bahwa air selokan yang berada di halaman rumahnya sudah meluber, serhingga ia pun jatuh dan langsung hanyut terbawa arus," kata Dedi.
Hingga saat ini, tambah Dedi, BPBD, TNI-Polri dan warga, masih melakukan pencarian. "Kami upayakan semaksimal mungkin. Mudah-mudahan dia (Gito,red) secepatnya kami temukan," tuturnya.(kp)

