
NBCIndonesia.com - Suhu politik di Ibu Kota kian memanas. Pasalnya, sang calon petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dianggap terus berulah jelang Pilkada DKI 2017.
Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik mengatakan, bahwa Ahok telah memanfaatkan kekuasaanya dengan meminta KTP kepada ribuan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) DKI.
Taufik mengklaim mendapatkan laporan tersebut dari masyarakat. Ribuan petugas PPSU itu, diminta untuk mengumpulkan KTP demi melanggengkan kekuasaan Ahok.
Apalagi, kata dia, sebanyak ribuan PPSU memang direkrut Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
“Dia (Ahok) memanfaatkan PPSU kumpulkan KTP, ini jelas nggak boleh. Kan dia dibayar sama pemerintah,” kata Taufik di Gedung DPRD DKI, Jakarta, Selasa (15/3/2016).
Meski begitu, Taufik tidak akan mengumbar bukti adanya upaya pengumpulan KTP yang dilakukan pihak Ahok dari petugas PPSU.
“Nantilah itu (dibuka),” singkat Taufik.
Selain itu, Wakil Ketua DPRD DKI ini juga mempertanyakan dana yang digunakan oleh komunitas yang tergabung dalam Teman Ahok. Sebab, kata dia, uang yang dikeluarkan Teman Ahok tidak dalam jumlah yang sedikit.
“Terus booth di mall-mall itu dananya dari mana? Hitung saja harga sewa per hari berapa, terus dikali setahun. Itu uang dari mana? Apa mall nyumbang? Itu bisa dipertanyakan nanti. Itu bisa masuk gratifikasi lho,” jelas Taufik.
Oleh karena itu, Taufik mengingatkan agar orang-orang yang tergabung dalam Teman Ahok berhati-hati. Mengingat, banyaknya celah untuk penjegalan kepada Ahok di detik-detik pendaftaran nanti.
“Makanya, saya ingetin, itu harus diantisipasi sama timnya Ahok,” pesan Taufik.(ts)

