logo
×

Rabu, 23 Maret 2016

Hadapi Arogansi Cina, TNI AL Kerahkan Kapal Perang ke Natuna

Hadapi Arogansi Cina, TNI AL Kerahkan Kapal Perang ke Natuna

NBCIndonesia.com - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi menyebutkan, kapal TNI AL bersiaga menjaga kedaulatan Negara Kesaturan Republik Indonesia (NKRI) terkait dengan situasi terkini di Laut China Selatan yang memanas.

"Kami kan ada kapal di sana sudah stand by," kata Ade kepada wartawan di Lanud Halim Perdanak‎usuma, Jakarta Timur, Selasa (22/3/2016) kemarin.

Namun Ade mengaku masih belum mempertimbangkan penambahan pasukan untuk diterjunkan di kawasan laut yang tengah diincar Tiongkok tersebut.

Jumlah kekuatan pasukan, termasuk penambahan menunggu perintah Panglima TNI.

"Kekuatan itu nanti kan Panglima yang menentukan. Tergantung kondisinya," kata Ade.

Dirinya menilai, permasalahan dengan Tiongkok saat ini hanya sebatas pada permasalahan perikanan. Bukan masalah kedaulatan wilayah NKRI.

"Tapi ini kan baru semacam konflik perikanan ya. Jadi diselesaikan dulu dalam kontek perikanan," katanya.

Karenanya, saat ini pemerintah tengah mengedepankan jalur diplomasi dalam menyelesaikan permasalahan ini. Di mana Indonesia sudah mengirim nota protes terhadap Tiongkok.

"Ada positioning yang berbeda. Nanti diselesaikan di tingkat diplomasi oleh Kementerian Luar Negeri nanti.‎ Karena yang sekarang kita hadapi itu adalah pengawasan kapal perikanan," ujarnya.

Namun bukan tak mungkin, TNI AL akan benar-benar turun tangan jika memang permasalahan terkait kapal nelayan Tiongkok di perairan‎ Laut China Selatan ini menjadi besar. Apalagi, jika dilihat dalam radar, kapal tersebut memang benar-benar berada di wilayah perairan Indonesia.

"Kami akan lihat situasi dan perkembangan ini. Kami lihat ini akan membesar atau tidak ya. Tidak ujug-ujug ini sebagai konflik. Tapi positioning kapal Tiongkok itu berada di wilayah kita. Memang sesuai radar, itu berada di wilayah kita. Tapi itu kan harus kita bicarakan lagi nanti," ucapnya.

Sebagai informasi, situasi di Laut China Selatan kembali memanas pascapenangkapan kapal nelayan Tiongkok di wilayah perairan Natuna akhir pekan lalu. Aksi mereka memasuki wilayah NKRI itu diduga dilindungi aparat Tiongkok.

Bahkan mereka menyerang kapal patroli milik aparat Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)
Indonesia.

Insiden itu membuat berang Kementerian Luar Negeri Indonesia serta KKP. Menlu Retno LP Marsudi pun langsung melayangkan nota protes kepada Kedutaan Besar China. Peringatan itu ditujukan agar Tiongkok tidak mengganggu kedaulatan NKRI.(csr)
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: