logo
×

Selasa, 22 Maret 2016

Jangan Kecewa ! Ini Perbandingan Kekuatan TNI AL Dengan China.

Jangan Kecewa ! Ini Perbandingan Kekuatan TNI AL Dengan China.

NBCIndonesia.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti marah bukan kepalang. Upaya penangkapan terhadap para pencuri ikan di laut Indonesia mendapatkan adangan dari Angkatan Laut China, dia langsung menghubungi Kementerian Luar Negeri dan mengajukan protes atas tindakan yang dinilai sangat arogan.

Kedutaan Besar China langsung memberikan tanggapan, mereka menolak kapal nelayannya masuk ke Indonesia, melainkan masih di Laut China Selatan, wilayah yang masuk ke dalam klaim negaranya. Tak hanya itu, mereka juga minta agar Indonesia melepas kedelapan WN China yang ditangkap.

Situasi tersebut memanaskan hubungan Indonesia dan China. Apalagi, kedua negara memiliki hubungan yang sangat mesra.

Seperti apa sebenarnya kekuatan Indonesia jika berhadapan dengan AL China?

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut, atau disingkat TNI AL memiliki tugas yang amat berat. Mereka harus mengamankan 3.544.743,9 kilometer persegi lautan Indonesia.

Untuk melakukannya, TNI AL memiliki 74 ribu personel aktif. Situs Global Firepower meyakini kekuatan laut Indonesia mencapai 221 kapal perang. Sayangnya, Indonesia belum memiliki kapal induk mengingat biaya operasionalnya yang sangat mahal.

Jumlah tersebut terdiri atas 2 kapal selam, 6 kapal frigat, 10 korvet, 16 korvet antikapal selam serta 21 kapal misil. Sementara, terdapat 51 kapal patroli, 12 kapal penyapu ranjau serta 4 kapal transport amfibi.

Di bawah laut, TNI AL mengandalkan dua kapal selam andalannya, yakni KRI Cakra (401) dan KRI Nanggala (402). Indonesia juga masih menunggu kedatangan kapal kelas Chang Bogo dari Korea Selatan.

Di permukaan laut, TNI AL memiliki kapal frigat buatan Belanda, yakni kelas Sigma yang diperkuat senjata jenis OTO Melara 76 mm, Oerlikon Millennium Gun system, VLS MICA SAM, Exocet MM40 Block III SSM dan triple torpedo tubes.

Sedangkan kelas Ahmad Yani diperkuat senjata OTO Melara 76 mm, twin Simbad SAM, C-802 SSM atau Yakhont SS-N-26 SSM serta triple Mk 32 torpedo launchers. Selain kapal, TNI AL juga mengoperasikan 55 pesawat.

Bagaimana dengan China?

China dilaporkan membangun 415 kapal perang hingga tahun 2030, menurut mantan perwira intelijen James Fanell yang dikutip wartawan AS Zachary Keck; Keck menggarisbawahi bahwa pembangunan kapal China besar besaran akan meningkatkan kekuatan angkatan laut China secara signifikan.

Mengutip mantan perwira intelijen senior James Fanell, wartawan ini menekankan bahwa PLAN (Tentara Pembebasan Rakyat Angkatan Laut) “akan terus memperluas kemampuannya selama 15 tahun ke depan.”

“China akan memiliki 99 kapal selam, 4 kapal induk, 102 kapal perusak dan fregat, 26 korvet, 73 kapal amfibi dan 111 kapal rudal. Itu akan memberikan Beijing total 415 kapal perang,” ujarnya.

Pada saat yang sama, Pentagon baru-baru ini mengakui “Laporan Tahunan Militer dan Keamanan Perkembangan Republik Rakyat China,” 2015 menunjukkan bahwa selama 15 tahun terakhir, program modernisasi angkatan laut China telah menghasilkan kekuatan yang lebih berteknologi maju dan fleksibel .

“PLA Navy sekarang memiliki kapal dengan jumlah terbesar di Asia, dengan lebih dari 300 kapal permukaan, kapal selam, kapal amfibi, dan kapal patroli. China dengan cepat mengganti kapal kapal tua dengan kapal yang lebih besar, multi-misi, kapal yang dilengkapi pertahanan yang canggih, anti-udara, dan senjata anti-kapal selam serta sensor yang modern,”kata laporan itu.(mdk)
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: