
NBCIndonesia.com - Ratusan sopir angkutan umum seperti taksi, Bajaj BBG, Metro Mini dan angkot KWK menggelar demonstrasi menolak transportasi berbasis online di sejumlah jalan protokol di Jakarta, hari ini.
Presiden Joko Widodo menyatakan menghormati demonstrasi yang dilakukan tersebut karena merupakan hak bagi setiap warga negara. Meski demikian, dia berharap agar pendemo bersikap tertib dan tak berujung pada aksi kekerasan.
"Saya titip, demo adalah hak tetapi harus dilakukan dengan tertib," kata Jokowi usai memberikan arahan ke Menteri, Pimpinan Lembaga dan Pejabat Eselon I Kementerian/Lembaga di Kementerian PU dan Perumahan Rakyat, Selasa (24/3).
Jokowi menyatakan, untuk urusan teknis ihwal keinginan pendemo yang gerah dengan keberadaan angkutan umum berbasis online, ia menyerahkan ke Menteri Perhubungan Ignasius Jonan untuk menindaklanjutinya.
"Mengenai solusi ini hal-hal teknis biar disampaikan oleh Menteri Perhubungan," terang dia.
Seperti diketahui, tiga dari empat lajur jalan yang ada di Jembatan Semanggi arah Bunderan HI dikuasai para pendemo. Para sopir itu pun merazia angkutan umum yang masih beroperasi dan meminta sang sopir ikut bergabung.
Bahkan, para sopir itu membakar ban di ruas tol Semanggi. Alhasil, kemacetan parah terjadi karena hanya satu lajur saja yang bisa dilalui kendaraan.
Mereka juga sempat berusaha masuk ke dalam tol namun gagal karena dilarang polisi. Sempat terjadi debat antara mereka dengan personel polisi yang jumlahnya tak sebanyak demonstran.(mdk)

