NBCIndonesia.com - Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kubu Djan Faridz, Epyardi Asda menilai peryataan Rusli Efendi yang mengatakan bahwa dia dan timnya sudah bertemu dengan Suryadharma Ali (SDA) dan dalam pertemuan tersebut Efendi mengatakan bahwa SDA telah menyetujui rencana muktamar PPP yang akan dilakukan oleh kubu Romahurmuziy dinilai bohong.
"Saya mengatakan bahwa apa yamg di katakan Rusli Efendi di Metro TV bahwa dia dan timnya sudah bertemu dengan pak SDA dan pak SDA telah menyetujui semua rencana mereka tentang rapat-ralat dan muktamar yanh akan datang itu adalah perkataan bohong," kata Epyardi saat dihubungi, Selasa (8/3/2016).
Anggota Komisi V DPR RI ini mengungkapkan bahwa Rusli Efendi tidak diterima oleh SDA dalam pertemuan yang dilakukan oleh Suryadharma Ali.
"Mereka tidak diterima oleh SDA tetapi sodara Rusli Efendi dan Saiful Tamliha menerobos masuk lewat pintu belakang dan bicara cuma 2 menit karena SDA tidak mau bicara sama mereka dan saya ada disitu bahkan saya yang minta supaya dia keluar," tandasya.
Seperti diketahui Muktamar Partai Persatuan Pembangunan akan diselenggarakan selambat-lambatnya April 2016.
Hal tersebut diputuskan dalam Musyawarah Kerja Nasional IV yang digelar PPP hasil Muktamar Bandung di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, Kamis (25/2/2016).
Namun keputusan tersebut mendapat tentangan dari kubu Djan Faridz.(ts)


