logo
×

Jumat, 08 April 2016

Anis Matta dan Fahri Hamzah, Dua Sohib yang Disingkirkan PKS

Anis Matta dan Fahri Hamzah, Dua Sohib yang Disingkirkan PKS

NBCIndonesia.com -  'Jen' begitu sapaan akrab Fahri Hamzah kepada Anis Matta. Anis dipanggil 'jen' karena sebagai Sekjen PKS, sementara Fahri wakil sekjen yang Presiden PKS kala itu adalah Luthfi Hasan Ishaaq.

Kedekatan antara Fahri dan Anis Matta tak diragukan lagi di partai dakwah. Mereka merupakan bagian dari faksi sejahtera kepemimpinan Ustaz Hilmi Aminuddin yang kala itu menjadi ketua Majelis Syuro partai.

Fahri selalu mendampingi Anis Matta. Bahkan Fahri menjadi saksi mata pertemuan Anis Matta dengan istri keduanya, Szilvia Fabula saat kunjungan kerja di Hungaria beberapa tahun silam. Bisa dibilang, Fahri yang perkenalkan Anis dengan sang istri.

Prahara datang ketika PKS secara mendadak menggelar sidang majelis syuro di Bandung, Agustus 2015 lalu. Hilmi Aminuddin kalah dan harus menyerahkan kursi Ketua Majelis Syuro kepada Salim Segaf Aljufrie. Anis Matta juga lengser, Sohibul Iman didapuk menjadi Presiden PKS.

Dari sini kemudian secara perlahan faksi Anis Matta mulai disingkirkan. Anis masih di DPP PKS, tapi hanya memegang kendali sebagai ketua badan kerjasama internasional partai. Sementara Fahri tidak dapat jabatan apa-apa. Begitu juga Hilmi Aminuddin.

Bersih-bersih semakin terlihat, tiba-tiba Sekjen PKS Taufik Ridlo mundur. Tak jelas apa alasannya, tapi Taufik diketahui adalah sekjen semasa kepemimpinan Anis Matta dan Hilmi.

Sejak terpilih kepengurusan baru, Anis Matta dan Fahri Hamzah kerap tak terlihat di setiap kegiatan politik pimpinan Sohibul Iman. Puncaknya, konflik meluap ketika PKS memutuskan memecat Fahri Hamzah dari seluruh jenjang di PKS.

Berbeda dengan Anis yang diam saja dilengserkan. Fahri tak terima dan lebih memilih untuk melawan pimpinan PKS. Bahkan jalur hukum sudah ditempuh dengan alasan mencari keadilan karena dipecat dari partai yang pernah bersama dibesarkannya itu.

Fahri yang diwakili oleh kuasa hukumnya Mujahid A Latief mendatangi Pengadilan Negeri Jakarta Selatan sejak pukul 11.00 WIB hingga jam 15.30 WIB untuk menyelesaikan proses registrasi gugatan tersebut.

"Kami hari ini mewakili klien saya Fahri Hamzah yang telah mempercayakan sebagai kuasa hukumnya untuk melayangkan gugatan pada pihak Partai Keadilan Sejahtera," kata Mujahid selepas mendaftarkan gugatan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (5/4).

Sejumlah pengurus PKS menanggapi beragam kasus Fahri Hamzah. Ada yang bungkam tak mau ikut campur, ada juga yang mendukung keputusan partai. Kebanyakan mereka yang diam, memang dikenal sebagai kubu Fahri Hamzah.

Misalnya, Ketua Fraksi PKS MPR TB Soenmandjaja mengaku menangis saat mendapat kabar Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dipecat dari seluruh jenjang keanggotaan PKS.

"Saya dalam suasana duka ya. Saya menangis," kata Soenmandjaja di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (6/3).

Anggota komisi III DPR tersebut mengaku memiliki hubungan emosional yang sangat dekat dengan Fahri. "Saya sangat dekat dengan FH. Saya kenal FH saat awal-awal di UI. Mungkin saya orang yang banyak ngobrol berdua dengan beliau. Saya enggak mau bicara," tuturnya.

"Bukan apa-apa, Fahri bagian tubuh saya. Sementara PKS partai saya," imbuhnya.

Menurut Soenmandjaja, karakter Fahri khas. Otomatis tidak akan bisa dirubah. "Dia di kuliah kan sampai S3 juga enggak bisa diubah. Cuma ini partai punya aturan, harapan, enggak semua aturan tertulis. Disepakati bersama," pungkasnya.

Sementara Pengurus DPW PKS DKI Jakarta, Bogor sepakat dengan pemecatan Fahri Hamzah. (mdk)
Follow
Terkoneksi dengan berbagai Sosial Media kami agar tetap terhubung dan mengetahui Informasi terkini.
Jangan Lupa Subscribe YouTube DEMOKRASI News: